Sandiaga Uno Berbagi Kiat Sukses Pada Ribuan Santri Ponpes Sunan Drajat Lamongan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Dalam rangkaian kegiatan di Kabupaten Lamongan, Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno berkeliling wilayah kabupaten yang berada di pesisir Pantai Utara Pulau Jawa tersebut.

Setelah pagi harinya meresmikan rumah juang, Sandiaga menemui petani di Waduk Gondang, dilanjut ke Desa Besur dan Ngayung Kecamatan Sekaran menemui petani dan tokoh masyarakat. Setelah dari Desa Ngayung, Sandiaga bersilaturrahmi ke beberapa pondok pesantren. Sore harinya pasangan Prabowo Subianto itu berkunjung ke Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Selasa (4/12/2018).

Di pesantren ini, Cawapres yang terkenal dikalangan kaum muda dan perempuan ini disambut oleh Dr. KH Abdul Ghofur dan Keluarga Pondok Pesantren Sunan Drajat serta para santrinya.

Sandi tiba di lokasi dengan menggunakan sarung abu-abu dan berpeci tersebut lantas berjalan menyusur pesantren bersama KH. Abdul Ghofur menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuk acara penyambutan. Dalam kesempatan tersebut ditampilkan beberapa kesenian diantaranya Barongsai, Banjari dan Drum band, serta terdengar pula alunan gending kebo giro dari kelompok karawitan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren tertua di Indonesia tersebut.

Abdul Ghofur dalam pengantar sambutannya mengatakan, kesenian-kesenian tersebut merupakan bagian yang pernah memberikan catatan sejarah dalam perkembangan Agama Islam di Indonesia terutama di wilayah Jawa bagian utara tersebut. Akulturasi budaya yang terjadi pada saat jaman Wali Songo diterima dengan damai demikian pula dengan Agama Islam masuk di Pulau Jawa yang pada waktu itu memeluk agama Hindu dan Budha.

“Pondok Pesantren Sunan Drajat berusaha menjaga warisan leluhur tersebut dengan cara melestarikannya agar anak-anak muda terutama para santri tahu perjuangan para ulama yang menyebarkan Islam itu dengan kedamaian tidak dengan perang,” kata KH. Abdul Ghofur.

Sementara itu, Sandiaga Uno sekitar 30 menit menyampaikan kiat-kiat menjadi pengusaha sukses, “Menjadi pengusaha sukses sama mulianya dengan birokrat. Awali dengan niat dan gunakan kunci suksesnya yaitu FAST” terangnya kepada ribuan santri Pondok Pesantren yang terletak di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran tersebut.

Lebih lanjut Sandiaga Uno menjelaskan,  “Fast” merupakan kependekan dari Fathonah (cerdas),  Amanah (bisa dipercaya), Shidhiq (berkata benar), Tabligh (menyampaikan) semua itu adalah sifat-sifat Rosulallah SAW. Kalaupun kata “Fast” sendiri dalam Bahasa Inggris memiliki arti cepat.

Tak hanya memberikan beberapa kiat untuk menjadi konglomerat yang sukses, Sandiaga Uno pun berbagi cerita singkat ketika ia merintis usahanya.

“saya itu awalnya seorang karyawan biasa dan pada tahun 1997 saya di PHK, saya tidak mau pasrah, hingga akhirnya saya memutuskan untuk memulai usaha konsultan keuangan kecil-kecilan yang waktu itu hanya beranggotakan tiga karyawan yang tidak lain teman saya sendiri. Saya jalani dengan sungguh-sungguh dan setelah 20 tahun, alhamdulillah mampu menghidupi 50 ribu karyawan.”.

Diakhir penjelasannya, Sandiaga Uno berpesan kepada santri-santri Pondok Pesantren Sunan Drajat “jangan lupa menekuni usaha disesuaikan dengan hobi masing-masing” Pesannya.

Jurnalis: omdik/ferry

Editor : Arso