KPRI Bendungan Trenggalek Terancam Dinonaktifkan

Saniran,  Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi , Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten  Trenggalek
Saniran,  Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi , Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten  Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Keberadaan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Bendungan yang berdomisili di Desa Ngares Kecamatan / Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur, diduga telah menyalahi aturan perkoperasian. Pasalnya badan yang bergerak di bidang perekonomian ini diduga  tidak pernah menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Akibatnya, keberlangsungan koperasi yang beranggotakan profesi guru di wilayah Kecamatan Bendungan itu terancam di non aktifkan.

Saniran, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi , Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten  Trenggalek membenarkan bahwa koperasi  yang bertempat/berdomisili di wilayah ngares tersebut sedang dalam pantauan karena sudah dua kali tidak menjalankan RAT.

“Benar, dari pantauan kami, koperasi tersebut vakum tidak melaksanakan RAT sudah dua kali,”ungkapnya, Kamis, (6/12) di Trenggalek.

Dikatakannya, selain temuan pada koperasi berbasis anggota guru itu, pihaknya akan menindak lanjuti juga terhadap koperasi-koperasi yang tidak menjalankan RAT.

“Kita juga mendapatkan koperasi yang bermasalah selain KPRI Bendungan,”katanya.

Saniran menerangkan, jika di Trenggalek ada 704 koperasi yang terdaftar di dinasnya, namun  yang aktif hanya  357 koperasi saja. Sedangkan sisanya sebanyak 347 koperasi yang dinyatakan tidak aktif.

“Hampir separo jumlah koperasi yang terdaftar di sini itu tidak aktif,”ungkapnya.

Alasannya non aktif, sebab koperasi tersebut sudah tidak melaporkan hasil RAT  beberapa tahun terakir pada ratusan koperasi tersebut. Tetapi untuk membubarkannya pun pihaknya tetap menunggu hasil dari Kementrian Koperasi dan UKM RI.

“Kami masih menunggu hasilnya , karena sedang dalam proses di Kementrian Koperasi dan UKM di Jakarta,”tandasnya.

Pihaknya juga mengaku tidak bisa lagi melakukan pembinaan terhadap pengurus maupun anggota dari koperasi tersebut.

“Kita berharap agar lembaga koperasi yang saat ini masih berjalan agar selalu kooperatif mulai dari pelaporan hingga hasil rapat-rapatnya kepada dinas , agar keberlangsungannya tetap terjaga dan bisa bermanfaat kepada anggotanya,” pungkasnya.(dik/ham)

welas arso
WELAS RASO