Penantian Guru Non PNS di Lingkup Kemenag Lamongan, Tunjangan Inpassing Tak Kunjung Cair

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Menteri Agama Republik Indonesia menyebutkan adanya kucuran dana bagi guru di bawah naungan Kemenag, baik guru PNS maupun non PNS. Namun para guru PNS dan non PNS di lingkungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan sampai sekarang belum menerimanya.

“Belum ada juknis (petunjuk teknis) mengenai tunjangan profesi guru tersebut,” kata Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementrian Agama Lamongan, Abdul Ghofur, di kantornya kemarin (6/12/2018).

Dia mengklaim memberikan tunjangan sertifikasi kepada guru PNS sama dengan kebijakan pemerintah. Termasuk juga untuk guru non PNS yang mendapatkan jatah tunjangan kesetaraan atau tunjangan inpassing.

Menurut dia, berdasarkan data Kemenag, ada sekitar 2.500 guru di lingkungan Kemenag Lamongan yang mendapat sertifikasi dan inpassing, jumlah itu disesuaikan dengan pangkat dan golongan jabatan. “Minimal satu guru memperoleh Rp. 1,5 juta,” ujarnya.

Menurut Ghofur, inpassing tersebut bukan satu-satunya tunjangan yang diperoleh guru non PNS. Karena mereka juga bisa mengajukan sertifikasi apabila memenuhi syarat yang ditentukan pusat. Sedangkan inpassing hanya untuk non PNS saja, untuk menyesuaikan tunjangan dengan guru PNS.

“Memang belum semua mendapat jatah inpassing. Jatah tersebut hanya diterima satu kali,” katanya.

Seperti diberitakan, Menteri Agama Lukman Hakim menyebutkan ada enam kategori penerima tunjangan bagi guru yang berstatus PNS dan non PNS. Pertama PNS bersertifikasi, guru non PNS yang sudah penyesuaian atau setara kategori B. Kemudian tunjangan bagi guru non PNS yang belum inpassing, tunjangan guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Serta tunjangan bagi guru non PNS yang belum memperoleh penyesuaian atau sertifikasi.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso