QIU Janjikan Beasiswa Pendidikan di Malaysia Bagi Kaum Millenial Indonesia

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Quest International University Perak (QIU), salah satu lembaga pendidikan tinggi di Ipoh – Malaysia, melihat kaum milenial di Indonesia memegang peranan penting ditengah derasnya arus informasi dan komunikasi dan teknologi.

Nicholas Goh, CEO QIU, mengatakan generasi milenial di Indonesia memerlukan persiapan yang berkualitas agar dapat survive di era globalisasi. Persiapan tersebut berupa kemampuan dasar di bidang literasi untuk melakukan komunikasi dan menerima informasi. Kemampuan tersebut dapat berkembang dengan pendidikan yang baik.

“Pendidikan merupakan aspek paling penting untuk mewujudkan generasi milenial yang berkualitas. sebagai lembaga pendidikan berkualitas, kami membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Malaysia ini yang setidaknya memiliki pengalaman sekolah di luar negeri dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar,” ujar NIcholas Goh kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Ia menjelaskan, dalam pembelajaran pihaknya mengutamakan kemampuan literasi berbahasa Inggris dan kemampuan interaksi multikultural dengan siswa dari negara-negara lain.

Hal ini untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa yang cerdas dan menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki ambisi dan kapasitas intelektual yang mumpuni.

“Di Malaysia ada 100 negara di dunia mengirimkan mahasiswanya. Sedangkan di Quest International University ada 39 negara dengan menampung 2000 mahasiswa,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan khusus mahasiswa Indonesia biaya pendidikan disamakan dengan mahasiswa Malaysia. Hal ini dikarenakan Indonesia dan Malaysia merupakan negara serumpun mempunyai kesamaan budaya dan bahasa dari Melayu.

Selain itu, saat ini mahasiswa Indonesia yang belajar di QIU baru tiga orang mahasiswa, yakni dari Yogyakarta, Jakarta dan Medan. Mereka belajar di ekonomi, akuntansi dan hak asasi manusia.

“Biaya pendidikan di QIU sekitar 3000 dolar AS per tahun. Kalau diploma berarti tiga tahun, sehingga dikalikan tiga saja menjadi 9000 dolar AS. Biaya pendidikan mahasiswa Indonesia sama dengan mahasiswa Malaysia. Mahasiswa negara lain agak lebih mahal,” katanya.

Ia menambahkan bagi mahasiswa Indoneaia yang cerdas dan berkualitas, tapi kurang mampu maka pihaknya akan memberikan beasiswa dengan persyaratan yang cukup ketat.

“Kami mempunyai dua persyaratan utama untuk mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa. Pertama dari segi akademis dan administrasi nilainya bagus dan cerdas serta kurang mampu perekonomiannya. Kedua, dia harus berkomitmen setelah lulus pendidikan nanti maka dia harus mengembangkan ilmu yang dimiliki untuk membangun bangsa Indonesia,” tutur Nicholas Goh. @Rudi

 

WELAS ARSO