Nozlee Pora, Upacara Perkawinan Unik Petugas Damkar Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upacara perkawinan unik yang digelar oleh anggota petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Dimana upacara yang  biasa lazim dilakukan  ‘pedang pora’ namun karena yang menikah adalah  salah satu petugas pemadam kebakaran (damkar) Pemerintah Kabupaten Trenggalek, maka yang tergelar adalah ‘ nozle pora’.

Upacara pernikahan unik ini saat menikahnya pasangan pengantin Jefri Candra Setiawan dan Frilian Selvana, walau dengan menggunakan pakaian adat jawa,  namun berbarengan dengan layaknya militer atau kepolisian, sejumlah petugas pemadam kebakaran dengan kostum lengkap bersiap menembakkan water canonnya.

Mochamad Basuki, Ketua Tim dari Damkar Kabupaten Trenggalek menerangkan, upacara pernikahan “nozle pora” ini di mulai dengan iring iringan pengantin laki laki menuju rumah pengantin perempuan.

“Saat melewati barisan anggota damkar yang sudah siap dalam upacara nozle pora, bersamaan mobil damkar yang awalnya dinaiki oleh pengantin laki laki langsung menyemprotkan air keatas sebagai bentuk penghormatan,”ungkapnya, Sabtu, (15/12).

Dikatakannya, penggunaan nozzle,  karena nozzle atau yang dikenal dengan nama semprotan merupakan senjata utama petugas damkar untuk memadamkan api.

“Ini senjata yang biasa digunakan temanten laki-laki yang kebetulan anggota kami,”katanya.

sementara itu pengantin pria Jefri Candra, menerangkan, dengan digelarnya upacara nozle pora pada pernikahannya ini, pihaknya merasa cukup senang dan bahagia di momen kehidupannya.

“Meski upacara pernikahan dengan nozle pora ini baru pertama kali di gelar di Trenggalek, namun kegiatannya cukup lancar. Dan ini adalah hari paling bahagia saya di kehidupan saya,” tegasnya.

Diterangkannya, untuk persiapan upacara nozel pora ini, crew Damkar Kabupaten Trenggalek mempersiapkannya selama 10 hari untuk latihan. Sedangkan untuk pelaksanaan acara tersebut hanya di lakukan selama kurang lebih 15 menit.

“Upacara pernikahan ini merupakan upacara nozle pora pertama kali yang digelar di Kabupaten Trenggalek, maka kami juga persiapkan sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan,” pungkasnya.(ndik/ham)

WELAS ARSO