Ngaku BIN, TNI Gadungan Berpangkat Lettu Keok Ditangan Petugas

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang yang mengaku TNI berpangkat Lettu dan salah satu anggota dari Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil ditangkap anggota kesatuan Kodim 0812 Lamongan Jawa Timur.

TNI gadungan bernama MSN (35) warga Setro Baru Utara, Kelurahan Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya ini harus berurusan dengan Kepolisian Polres Lamongan, menyusul akibat aksi penipuan yang dilakukannya terhadap warga Lamongan.

Pria paruh baya yang mengaku sebagai Badan Intelejen Negara (BIN) berpangkat Lettu ditangkap karena disinyalir melakukan sejumlah penipuan, dengan modus bisa meloloskan para korbannya menjadi PNS hingga memindah tugaskan PNS ke daerah lain.

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, pada Selasa (18/12/2018) saat rilis pelaku bersama Kasatreskrim AKP Norman Wahyu Hidayat dihalaman Mapolres menyebutkan, penangkapan pelaku bermula adanya kecurigaan masyarakat dan anggota TNI yang melihat ada kejanggalan terhadap mobil yang dikenakan pelaku.

Kendaraan mobil jenis Daihatsu Ayla berwarna merah bernopol dinas TNI 1058-45 awalnya sedang di parkir di salah satu warung kopi di Dusun Prijeklor, Desa Tamanprijek, Kec. Laren. Karena ada kecurigaan, kemudian anggota dari Intel Kodim 0812 Lamongan yang mendapatkan laporan itu langsung melakukan pengecekan. Setelah diperiksa ternyata mobil tersebut tanpa di sertai dokumen yang resmi maupun surat aslinya nomor kendaraan.

Kecurigaan itu akhirnya pelaku dibawa ke Kodim 0812 guna dilakukan pemeriksaan apakah pelaku benar-benar seorang anggota BIN.

Dalam proses pemeriksaan tersangka menyebut nama Tony Fauzan Nafi Desa Tebluru Kecamatan Solokuro salah satu korban kejahatan pelaku. Anggota Kodim dengan cepat melakukan pengecekan ke rumah korban, dan ternyata Tony merupakan korban penipuan tersangka, yang selanjutnya dilakukan pengembangan.

“Jadi korban bernama Tony tertipu uang sebesar Rp. 98 juta oleh tersangka dengan dalih bisa memindahkan istri korban dari Dinkes Tuban ke Lamongan, yang kemudian hingga digunakan untuk usaha Kontrak gula, pengganti surat BIN dan lain-lain,” jelas Kapolres kesejumlah wartawan.

Lanjut Kapolres, aksi penipuan pelaku tidak hanya korban Tony saja, ada korban lain seperti Maslikan (46) seorang petani warga Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro. Maslikan dijanjikan bisa memasukan keponakanya menjadi PNS, sampai korban mengeluarkan uang senilai Rp. 148 juta.

“Korban lainnya juga ditipu dengan modus yang sama bisa memasukan menjadi PNS, namun hingga akhirnya janji itu tidak pernah ditepati sampai pelaku ditangkap tim Jaka Tingkir,” ungkapnya.

Sementara, Barang bukti yang berhasil diamankan petugas diantaranya 1 mobil daihatsu ayla bernopol dims tni 105-45, 1 buah lencana BIN,1 buah JP merk Vivo Y71 wama putih gold, 1 lembar surat tugas palsu dari BIN, 1 lembar print out foto tsk berpakaian dinas TM bersama istri, 1 stel baju dinas TNI pangkat LETTU an. MSN. RIyanto, 1 buah dompet warna hitam, 1 buah tas wama hitam, 1 lembar KTP, KK, 1buah flash disk,1 lembar fc KK,1 lembar fc SK pengangkatan PNS atas nama M. Athur Rohman, 1 lembar fc SK pengangkatan PNS atas nama Rifatul Umami, 1 Iembar fc SK pengangkatan PNS atas nama Toni Fauzan Nafi.

Atas kejahatannya, pelaku dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP, dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

“Perbuatan pelaku dijerat hukuman selama 4 tahun penjara,” kata Kapolres Lamongan.

Jurnalis : Omdik
Editor : Ferry Mosses