Rencana Rehab Ratusan Gedung SD Negeri, DPRD Lamongan Harapkan Sentuh Sekolah Pedesaan

SDN Dagan Kecamatan Solokuro salah satu dari sekian sekolah yang berada di pedesaan. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sebanyak 136 gedung SD Negeri (SDN) di Lamongan akan direhap tahun depan. Kebutuhan anggarannya mencapai Rp. 18,6 Miliar dan telah masuk dalam APBD 2019. Setiap sekolah atau lembaga pendidikan mendapat jatah anggaran sekitar Rp. 133 Juta.

“Sumber anggarannya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dan sekolah yang direhap tersebar di seluruh kecamatan,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Lamongan, Sulastri, kemarin (13/2/2018).

Dia menuturkan, dalam dokumen APBD 2019 sudah disebutkan nama lembaga dan alamat yang akan mendapatkan jatah rehap gedung. Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak disebutkan nama lembaga yang akan direhab dalam dokumen APBD. Sehingga belum bisa dipastikan sekolah mana saja yang akan direhab. “Data detailnya ada di Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun. Sulastri berharap setelah APBD 2019 dikoreksi Gubernur Jawa Timur, bisa dilakukan lelang. Sehingga anggaran yang sudah tersedia bisa langsung diserap.

Menurut dia, selama ini penyerapan anggaran proyek fisik kerap menumpuk di akhir tahun. Sehingga pihak ketiga yang melaksanakan menjadi tidak maksimal karena keterbatasan waktu. “Kemoloran (Proyek) itu salah satu pemicunya karena proses lelang yang molor,” tandasnya.

Kalangan anggota DPRD Lamongan berharap, pelaksanaan rehab gedung sekolah itu tidak hanya terpusat di kota atau hanya lembaga pendidikan tertentu saja. Sebab, selama ini masih banyak lembaga pendidikan, khususnya tingkat SDN di pedesaan, yang belum tersentuh pembangunan dari dana APBD.

“Kami hanya berharap ada pemerataan, tidak hanya lembaga tertentu saja yang mendapatkan bantuan,” kata anggota Komisi D DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Adi Suwito belum bisa dikonfirmasi terkait rencana pembangunan ratusan gedung SDN tersebut. Saat dihubungi ponselnya, terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Pesan singkat yang dikirim juga belum dibalas.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso