Henry Gunawan Divonis 3 Tahun Kasus Kongsi Pasar Turi

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Henry Jocosity Gunawan kembali menjadi terpidana setelah Majelis Hakim Anna Rusiana menjatuhkan vonis 3 tahun penjara penipuan terhadap tiga kongsi pembangunan Pasar Turi.

“Menyatakan terdakwa Henry J Gunawan terbukti melakukan penipuan. Mengadili, menghukum terdakwa Henry J Gunawan dengan pidana penjara selama 3 tahun,” kata Anna Rusiana saat membacakan amar putusan di ruang sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/12/2018).

Hakim Anna membeberkan, bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) tersebut terbukti telah menggunakan nama palsu dan martabat palsu. Tujuannya untuk mengelabui para korban untuk menyerahkan setoran modal. Tentunya dengan janji-janji mendapatkan saham dan keuntungan. Padahal tidak memiliki kapasitas sebagai pemegang saham maupun pengurus di PT GBP.

Hal ini pernah diungkap ahli Prof Nur Basuki di depan hakim dalam keterangannya. Atas pertimbangan inilah hakim menyebut Henry telah menerima setoran penyertaan modal dari para korban, di antaranya Shindo Sumidomo alias Heng Hok Soei alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widjojono Nurhadi.

“Majelis menilai rangkaian kebohongan dalam pasal penipuan sudah direncanakan terdakwa,” ujar Anne.

Pembelaan tim penasehat hukum terdakwa yang menyodorkan putusan perdata tingkat peradilan pertama hingga kasasi, dibantah majelis hakim. Menurutnya, hal itu (putusan perdata) tidak tepat dan sama sekali tidak ada korelasi dengan perbuatan pidana terdakwa.

Terkait dengan peranan Henry Gunawan di PT Gala Megah Investment-Joint Operation (GMI-JO), hakim menjelaskan tindakan terdakwa mencampuradukan entitas usaha dengan PT GMI-JO dan PT GBP, sudah salah.

“Dua perusahaan ini (PT GMI-JO dan PT GBP) adalah berbeda badan hukum. Ketika ada pengalihan saham semestinya dilakukan RUPS. Tetapi terdakwa tidak pernah melakukan RUPS baik di PT GMI-JO maupun di PT GBP,” terang Anne.

Hakim juga menyinggung pemberian saham dan keuntungan kepada PT Graha Nandi Samporna (GNS), perusahaan milik para korban, dimana terdakwa sebelumnya menjanjikan keuntungan berupa uang dan tanah bangunan persidangan terbukti tidak pernah dilakukan terdakwa. yang belakangan diketahui janji itu tidak pernah terealisasi.

“Pinjaman modal yang dananya sudah diserahkan PT GNS pada terdakwa Henry dengan menjanjikan keuntungan tidak pernah dilakukan terdakwa. Tanah dan bangunan pergudangan tersebut masih milik orang lain,” lanjutnya.

Begitu menjatuhkan vonis, Hakim Anne memberi waktu 7 hari masing-masing kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun pihak terdakwa untuk bersikap. “Diterima atau pikir-pikir silahkan putuskan dalam waktu tujuh hari,” tutup Hakim Anne.

Untuk diketahui, vonis 3 tahun penjara ini adalah putusan yang ke tiga dari kasus tipu gelap yang dilakukan Henry. Di kasus pertama Henry divonis 2 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya pasca Kejari Surabaya melakukan banding atas putusan hakim PN Surabaya yang menghukum Henry dengan hukuman 8 bulan percobaan dengan masa tahanan selama 1 tahun penjara.

Henry dinyatakan terbukti melakukan penipuan jual beli tanah di Celaket Malang dengan pelapor Notaris Caroline C Kalempung.

Sementara di kasus pidana kedua, Henry divonis 2,5 tahun penjara karena terbukti menipu 12 pedagang pasar turi atas pungutan sertifikat strata title dan BPHTB.ria