Tak Liburkan Karyawan saat Natal, Ini Kata Management PT Vinesia

ratusan karyawan PT Vinesia saat pulang kerja pada libur Natal kemarin

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM: Tidak meliburkan karyawannya saat perayaan natal tahun 2018, akhirnya pihak management PT Venezia Footwear, Jombang, Jawa Timur memberikan klarifikasi perihal adanya kebijakan perusahaan yang menuai keluhan dari karyawannya.

Pihak management PT Venezia yang diwakili oleh Kepala Personalia, Minhat menjelaskan alasan pihaknya yang tidak meliburkan karyawan pada saat hari natal. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan memenuhi deadline jadwal ekspor yang sudah ditentukan waktunya oleh perusahaan.

“Sebelumnya kita tidak pernah membuat kebijakan seperti ini, biasanya setiap tanggal merah selalu kita liburkan , Kenapa kemarin tidak kita liburkan?,  karena terbentur dengan adanya jadwal ekspor yang tidak bisa diundur tepatnya pada hari ini (27/12),” kata Minhat, pada sejumlah jurnalis, Kamis (27/12/2018).

Perusahaan berdalil, jika deadline ekspor tidak terpenuhi sesuai jadwal ekspor yang sudah ditentukan oleh buyer maka pihaknya akan mendapatkan klaim dari buyer yang otomatis akan berimbas pada keberlangsungan nasib karyawan.

“Kalau tidak  kita lemburkan karyawan maka kita tidak bisa tepat waktu melaksanakan  ekspor yang sudah ditentukan, nanti akibatnya kita bisa kena klaim, kalau kita kena klaim otomatis buyer tidak akan memberikan order dan dampaknya nanti kembali ke karyawan,  sebenarnya kami ingin Venezia tetap jalan, makanya kita usahakan ekspor tepat waktu,” terang Minhat.

Masih menurut keterangan Minhat, mengenai kebijakan untuk tidak meliburkan karyawan pada hari natal, pihak perusahaan sebelum memasuki hari natal pihaknya sudah memberikan informasi tentang kebijakan perusahaan yang menerapkan lembur kepada semua karyawan PT Venezia. Namun, Selain itu, pihak management PT.Venesia mengaku tidak pernah memaksa karyawan yang beragama nasrani untuk tetap masuk kerja pada saat perayaan natal yang merupakan hari libur nasional.

“Saat itu kami kumpulkan semua mandor pengawas supaya menyampaikan kepada seluruh karyawan bahwa bagi karyawan yang beragama nasrani jika ingin merayakan natal dipersilahkan mengambil libur, kita tidak memaksa dan itupun sudah berjalan, sebenarnya tidak ada paksaan kepada karyawan untuk masuk kerja saat hari libur nasional dan itupun bukan kewajiban,” tegas Minhat.

Lanjut Minhat, bahkan sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dengan karyawan terkait lembur ( masuk kerja ) di hari libur nasional. “Sebelumnya kita sudah ada kesepakatan dengan pihak karyawan, apabila perusahaan membutuhkan karyawan untuk lembur baik itu hari minggu atau hari libur nasional, kalau toh memang karyawan bersedia untuk masuk kerja ya tentu kita persilahkan, tentunya mereka juga akan dibayar lembur, ” ungkapnya.

Ditanya mengenai adanya potongan gaji, bagi karyawan yang tidak masuk saat lembur natal kemarin, pihaknya menyangkal adanya kebijakan pemotongan gaji terhadap karyawan yang tidak masuk kerja pada saat perayaan hari Natal yang merupakan hari libur Nasional.

“Itu salah besar !!, selama ini tidak ada kebijakan dari perusahaan untuk gaji karyawan jika tidak masuk kerja, apalagi ini hari libur nasional, jangankan tidak masuk kerja, ijin 2 sampai 3 jam tidak ada potongan gaji, intinya saya klarifikasi tidak ada pemotongan gaji kepada karyawan yang penting ijin dari karyawan tidak disalah gunakan,” tegasnya.

Disinggung tentang Surat Keputusan Bersama ( SKB ) 3 Mentri, yang mana pemerintah telah menentukan bahwa hari libur nasional saat natal jatuh pada selasa, 25 Desember 2018, pihaknya mengaku belum mendapat pemberitahuan dari Disnaker Jombang. “Mohon maaf, kita sama sekali belum ada pemberitahuan tentang SKB dari Disnaker,” tukas Minhat.(BEN)