Meski Sudah Terpilih Tiga Nama, Jabatan Sekda Trenggalek Masih Kosong

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Hingga kini kekosongan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, masih berlangsung. Hal ini dikarenakan tiga nama hasil lelang jabatan yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) belumlah mendapat angin surga pemositifan siapa yang direkomendasikan Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak kepada Gubernur Jatim yang nantinya disetujui oleh Menteri Dalam Negeri.

Pariyo, Pejabat (Pj) Sekda Kabupaten Trenggalek mengatakan, target pengisian kekosongan jabatan Sekda, hanya tinggal menunggu langkah bupati, untuk meminta rekomendasi dari Kemendagri.

“Kita sudah loloskan tiga nama, tinggal keputusan bupati saja akan di bawa ke mananya,”ungkapnya, Kamis, (27/12) di Trenggalek.

Ketiga nama yang lolos seleksi itu, masih lanjut dia, Agus Yahya Kepala Badan Keuangan Daerah ( Bakeuda), Mulyahandaka Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap ( PM-PTSP) dan Joko Irianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dimana kesemuanya kini menjabat di Pemkab Trenggalek.

“Pejabat tersebut semuanya kini masih aktif menjabat di Pemkab,”lanjutnya.

Dikatakannya, sebagai ketua Pansel Sekda tugasnya sudah selesai. Hal ini sesuai dengan ketentuan serta surat keputusan yang dikantonginya.

“Dengan melakukan seleksi serta muncul tiga nama dari lima nama yang terjaring, maka tugas saya sekarang berakhir,”tandasnya.

Disampaikan Pariyo, selanjutnya hasil dari tiga nama calon tersebut, bupati bisa memilih siapa yang menurutnya pantas diberikan amanah tersebut. Usai ditetapkan satu nama, selanjutnya masih perlu dikonsultasikan kepada Kemendagri melalui Gubernur.

“Setelah mendapat rekomendasi dari Kemendagri tentunya dapat dilaksanakan sesuai tugas dan amanah dari nama yang terpilih tersebut,” imbuhnya.

Namun Pariyo juga membenarkan jika ketentuan yang termaktub dalam tugas dan kewenangannya akan tertumpu pada tiga nama yang kini sudah tertera di meja bupati.

“Tiga nama calon tersebut sudah diserahkan kepada bupati. Karena dengan ketentuan yang ada, Pansel harus menyediakan tiga nama,” tegasnya.

Pariyo berharap apapun yang menjadi keputusan bupati, maka itulah yang terbaik dari yang ada dan akan mengemban amanah dalam menjalankan tugas pembantuan bupati sebagai koordinator OPD dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

“Kita tunggu saja karena bupati juga menginginkan sekda yang baru segera bisa membantu tugas beliau,”pungkasnya. (ham)

WELAS ARSO