Baliho Caleg Tak Berizin Ditertibkan Sat Pol PP Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, rupanya tidak mau ambil pusing terhadap baliho maupun papan reklame yang dianggap bodong. Puluhan petugas pun langsung diterjunkan untuk melakukan penertiban dilokasi berdirinya baliho terutama di dalam wilayah kecamatan kota sampai kecamatan di ujung paling timur , yakni Kecamatan Durenan.

Sasaran dari operasi itu, ternyata juga menyasar baliho dan spanduk milik calon legislatif yang tak berizin maupun yang salah penempatan hingga melanggar Perbup.
Tugas Rulatno, Kasi Penyelidikan dan Penindakan Dinas Satpol PPK Kabupaten Trenggalek mengatakan, pihaknya langsung tancap gas dengan melakukan penertiban setelah baliho maupun papan reklame yang sudah kadaluwarsa tanggal perizinannya.

“Begitu melihat data yang telah disesuaikan survey di lapangan , maka kita langsung turunkan,”ungkapnya, Kamis, (27/12) di Trenggalek.

Dikatkannya, baliho termasuk milik calon legislatif pun terpaksa harus ditertibkan , demi tegaknya peraturan daerah yang dia emban.

“Baliho caleg yang tak berizin atau izinnya sudah habis ya tetap kita tertibkan tanpa pandang bulu,”tegasnya.

Diakuinya, operasi pencopotan terhadap baliho dan papan reklame seperti di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek yang dilakukan anggotanya memang sudah berdasar pada Peraturan Bupati No 14 Tahun 2014 tentang penyelengaraan reklame.

“Mestinya kita sudah sesuai aturan dan prosedur tetap dalam tugas ini,”terangnya.

Namun demikian pihaknya mengakui untuk melakukan operasi dengan sasaran yang sama masih terkendala anggaran. Sehingga operasinya pun tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan realisasi anggaran yang termaktub melalui APBD 2018 ini.

“Operasinya kita menyesuaikan anggaran tentunya itu bisa dilakukan secara bertahap,”jelasnya.

Kalau ditanya keberdaan baliho dan papan reklame, Tugas melanjutkan, memang sekarang ini banyak yang belum mengantongi perizinan khususnya yang berada di kecamatan pinggiran.

“Banyak yang tidak mengantongi izin khususnya di wilayah kecamatan pelosok,”lanjutnya.

Namun nantinya, pihaknya juga akan langsung menurunkan baliho atau reklame yang menyalahi penempatannya sesuai yang tertulis pada Perbup itu.

“Jika sudah berizin tetap penempatannya menyalahi aturan , ya tanpa apapun kita tetap turunkan,”pungkasnya. (ays/ham)

WELAS ARSO