Antisipasi Penyalahgunaan Medsos, Kominfo Trenggalek Ajak Berinternet Sehat

Iptu Supadi Kasubag Humas Polres Trenggalek paparkan berinternet sehat

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Kepolisian setempat melakukan sosialisasi berinternet sehat di Gedung Bhawarasa lingkup Pendopo Kabupaten Trenggalek, Kamis, (27/12).

Kegiatan yang berlangsung sehari itu diharapkan agar warga masyarakat Trenggalek paham dan sadar manfaat serta konsekuensi penggunaan internet seperti Watshap, Facebook, IG, Line dan Messenger serta medsos lainnya.

Iptu Supadi, Kasubag Humas Polres Trenggalek yang juga menjadi salah satu narasumber pada kegiatan itu mengatakan, dalam sosialisasi internet sehat dan aman bagi anak, orangtua pun wajib mengetahui perkembangan teknologi informasi.

“Kenapa saya langsung menunjuk orang tua, karena sebagian besar pengguna internet para remaja bahkan anak-anak,”ucapnya.

Dikatakannya, internet kini banyak digunakan remaja untuk mengakses berbagai situs yang berhubungan dengan pendidikan, hobi atau minat mereka sampai situs-situs jejaring sosial.

“Situasi ini menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan pada remaja, Sehingga menjadi kebiasaan remaja dalam berkomunikasi. Beberapa dampak negatif yang timbul akibat penyalahgunaan Internet pada remaja juga banyak,” katanya.

Ia melanjutkan, berbagai jejaring sosial semakin berkembang dengan dukungan smartphone, penggunaannya menjadi semakin mudah dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Beberapa jejaring sosial yang cukup terkenal seperti facebook, twitter, google+, youtube dll. Messenger seperti BlackBerry Messengger, WeChat, Line.

“Hal itu membuat interaksi sosial dan komunikasi yang biasanya dilakukan secara tatap muka, beralih pada pemanfaatan teknologi melalui jejaring sosial di dunia maya,” lanjutnya.

Ia mengemukakan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak buruk penggunaan internet. Dampak negatif tersebut diantaranya meningkatnya kasus penculikan

“Anak atau kasus pelarian anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar yang berawal dari situs pertemanan atau jejaring sosial di internet,”tegasnya.

Serta, masih kata dia, menurunnya sifat sosial remaja di masyarakat karena lebih suka berkomunikasi menggunakan jejaring sosial, bahkan tak jarang remaja sampai tidak mengenal tetangga di lingkungan rumahnya.

“Berdampak juga pada menurunnya moral remaja, anak menjadi berani pada orang tua, suka berkata-kata kasar. Hal tersebut merupakan akibat salah dalam bergaul di dunia maya, baik jejaring sosial maupun kecanduan permainan online,”tandasnya.

Lalu, masih keterangan Iptu Supadi , meningkatnya kasus pelecehan seksual di kalangan remaja dikarenakan penyalahgunaan Internet dengan membuka situs-situs berbau pornografi yang seharusnya tidak diperbolehkan.

“Akibat tidak adanya pemahaman penggunan internet , maka dampak negatifnya termasuk gemar menonton film porno,” pungkasnya. (ndik/ham)

WELAS ARSO