Edarkan Upal Pria Kediri Diamankan Polsek Krian

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Unit Reskrim Polsek Krian, Polres Sidoarjo memgamankan ATS( 19 ) warga Desa Kayen Kidul, Kecamatan Kayen Kabupaten Kediri, yang diduga sebagai pemgedar uang palsu(Upal), Jumat (11/1/2019)

Kompol M.Kholil Kapolsek Krian mengatakan,”berawal informasi dari media sosial facebook keduanya sepakat untuk mengadakan transaksi jual beli topeng barongan dan berjanjian bertemu di SPBU JL Raya Sunandar priyo sudarmo kecamtan Krian kabupaten Sidoarjo,dengan kesepakatan harga 2.850.000 rupiah,-pada hari rabu 28 november 2019,”kata kapolsek

“Karena ada kejanggalan dengan uang kertas pecahan 100 ribuan dan 50 ribuan yang di terima korban,korban lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Krian,ujar kapolsek

M.kholil melanjutkan,”berdasarkan barang bukti yang kita sita dari tangan tersangka,menunjukan bahwa uang kertas pecahan 100 ribuan dan 50 ribuan ini palsu kertas dan warnanya saja sudah berbeda, apalagi tanda khusus mata uang kita berupa benang yang ada di tengah kertas tidak ada,jelas kelihatan kalau uang kertas ini palsu,”tandasnya.

Tersangaka mengaku kalau uang palsu yang di perolehnya berasal dari seseorang melalui jejaring sosial shopee dengan cara membelinya,dengan perbandingan 1 juta uang asli mendapatkan 4 juta uang palsu,yakni seseorang yang berinisial NR warga Subang Jawa Barat.

Polisi akan mendalami dan akan mengembangkan kasus ini sampai terungkap.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 28 lembar uang palsu pecahan 100 ribuan,1 lembar uang asli pecahan 50 ribu dan 6 lembar uang palsu pecahan 100 ribuan di rumah tersangka di Kediri dan sebuah topeng barongan.

Sementara,atas perbuatanya tersangka di jerat dengan pasal 36 ayat(2) dan (3),undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang,dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara denda 50.000.000.000 miliar rupiah.(wan)

WELAS ARSO