Sejumlah Desa di Lamongan Porak Poranda Disapu Angin Kencang Saat Hujan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Hujan deras dengan tiba-tiba yang disertai dengan angin kencang melanda sejumlah desa di Wilayah Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi Sabtu (12/1/2019) sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu dari arah Glagah ada angin yang melintas dengan kecepatan tinggi. Angin yang menuju barat itu sekejap menumbangkan pohon-pohon di sepanjang Jalan Raya yang menghubungkan Kecamatan Glagah dan Betoyo Kabupaten Gresik tersebut praktis lumpuh karena kendaraan yang melintas tertahan.

“Saya dari arah Betoyo Gresik langsung berhenti. Ternyata banyak pohon tumbang,” ujar Solikhin (39), warga Dusun Margorukun, Desa Margoanyar, Glagah.

Ada dua desa yang cukup parah akibat terjangan angin puting beliung, yakni Desa Glagah dan Margoanyar. Ada puluhan rumah yang atapnya tersapu angin. Bahkan, Puskesmas, Koramil dan sebuah masjid juga atapnya ikut beterbangan.

“Angin kencang tiba-tiba datang bersamaan dengan hujan deras. Sehingga warga panik dan berteriak,” ungkap Irul, warga Glagah, usai peristiwa terjadi.

Dirinya juga menjelaskan, jika rumahnya juga mengalami kerusakan akibat peristiwa mengerikan tersebut.

“Genteng-genteng rumah saya juga beterbangan hingga bagian atapnya rusak,” keluhnya.

Sementara itu, Camat Glagah, Suwigyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Banyak orang yang datang ke Puskesmas Glagah karena memang atapnya tersapu angin.

“Ada dua desa yang parah. Di Desa Gelagah ada sekitar 18 rumah dan Margoanyar ada sekitar 9 rumah yang atapnya tersapu angin,” katanya

Pihaknya juga sudah komunikasi dengan BPBD Lamongan untuk melakukan penanganan. Langkah pertama melakukan pembenahan kabel-kabel telepon dan listrik yang menjuntai tersapu angin. “Kami harapkan warga tidak perlu panik,” kata Suwignyo.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun hingga berita ini ditulis sejumlah petugas gabungan dati BPBD, TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait bersama masyarakat masih nampak membersihkan lokasi kejadian dan listrik pun masih padam.

Jurnalis :omdik/ferry

Editor : Arso

WELAS ARSO