Bocah Ngesot Miskin Di magetan Pengen Sekolah

MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang bocah miskin di kabupaten Magetan jawa timur harus berjalan ngesot atau merayap karena mengalami kelumpuhan sejak kecil, ia juga pengen sekolah namun tidak ada biaya.

Seorang bocah bernama Dinda Putri Aprilia berusia 7 tahun, warga desa bogorejo kecamatan barat kabupaten magetan jawa timur ini mengalami kelumpuhan sejak kecil.

Untuk bermain di rumahnya, ia harus berjalan ngesot atau merayap walau lutut kakinya penuh bekas luka akibat gesekan lantai. walau menderita kelumpuhan, dinda masih terlihat ceria dan bermain dengan teman-temannya yang datang ke rumahnya.

Sudah 4 tahun ini Dinda belum pernah lagi berobat ke dokter, bapak Dinda baru 4 bulan ini meninggal dunia, sedangkan ibunya bernama Minah saat ini tidak bisa bekerja kembali sebagai buruh tani karena terkena serangan diabetes dan jempol kakinya yang bernanah terpaksa harus dioperasi.

Untuk kebutuhan sehari-hari dinda bersama ibunya ini harus mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar yang merasa iba, sedangkan gaji anak pertamanyanya yang bekerja sebagai buruh pabrik masih tidak mencukupi.

Dinda menyatakan “ dirinya merasa sakit bila berjalan ngesot dan berharap adanya bantuan kursi roda atau alat penopang kaki untuk berjalan, ia juga berharap pengen sekolah seperti teman-teman yang lainnya”.

Sementara itu Minah orang tua bocah ngesot mengaku dinda mulai umur 8 bulan mengalami kelumpuhan usai dipijat tukang urut, pada saat usia 3 tahun Dinda sempat dibawa ke rumah sakit di Madiun dan Solo namun tidak bisa sembuh juga. karena terkendala biaya, ia tidak bisa lagi membawa dinda berobat kembali.

Orang tua Dinda hanya berharap kepada para dermawan dan pemerintah kabupaten Magetan untuk memberikan bantuan, agar anaknya bisa sembuh dan sekolah yang dicita-citakan anaknya. (rizal)

WELAS ARSO