Terlibat Peredaran Narkoba, Empat Warga Trenggalek Dicokok Polisi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Polres Trenggalek, Jawa Timur mengamankan empat pemuda yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan narkoba jenis sabu dan Pil dobel L.

Keempat tersangka adalah YB(29) warga Desa Gandusari, DYIP (24) warga Desa
Sukorejo, LHK(20) warga Desa Melis, ketiganya Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek dan MW warga Desa Prigi, Kecamatan Watulimo Trenggalek, Jawa Timur.

Dari keempatnya memiliki peran masing-masing diantaranya bagian penjualan, membeli/ kulakan, menerima, dan ada yang bertugas menyerahkan kepada pengorder barang haram itu.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu poket sabu-sabu dengan berat 0,24 gram, satu pipet kaca berisi sabu-sabu sisa yang digunakan berat kotor 0,08 gram, alat isap sabu-sabu, korek api, kertas grenjeng, uang tunai, sedotan
kecil,sedotan plastik, dua Hp dan pil dobel L total sebanyak 1.140 butir.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan penangkapan ke empat tersangka tersebut. Petama petugas menangkap, Yosep Bagus Samudra di rumahnya dan setelah dikembangkan berhasil meringkus tiga tersangka lain.

“ Ke empat tersangka ini, selain pengedar juga pengguna narkoba. Semua tersangka dan barang bukti sudah di amankan di Mapolres Trenggalek. Sedangkan kasus saat ini masih dalam peyidikan petugas, guna proses lebih lanjut,’’ ucapnya. Senin (14/1/2019).

Disampaikan Kapolres, berawal pada Rabu (9/1/2019) petugas mendapat informasi di wilayah tersebut sering dijadikan transaksi narkoba. Mendapat informasi, petugas langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan akhirnya berhasil mengakap Yosep dan barang buktinya.

Dari penangkapan tersebut, kemudian setelah dikembangkan petugas berhasil menangkap tersangka lain yakni, Dimas, Luki dan Megi. Dari tangan ke empat pelaku, barang terlarang yang diamankan selain sabu seberat 0,24 gram, juga pil dobel L sebanyak 1.140 butir dan barang bukti lainnya.

“ Para tersangka pengedar sekaligus pengguna ini, akan dikenakan pasal 114 ayat 1 subsiderpasal 112 ayat 1 UURI No:35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 milyar,’’ pungkas AKBP Didit.(sup/ham)

WELAS ARSO