Keluarga ARS , Siswa SD Jatuh dari Lantai Dua Sekolah minta Jaminan Anaknya tidak Cacat

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kejadian yang menimpa ARS, (14), siswa SDN 3 Ngantru Kecamatan /Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyisakan kedukaan yang mendalam di keluarga Yulianto, orang tua korbannya. Karena hingga kini anaknya yang kini masih terbaring lemas akibat sakit di sekujur tubuhnya, dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat belum memastikan menjamin akan berlangsungnya kesehatan ARS secara normal.

“Meskipun anak saya diperbolehkan pulang dan dirawat jalan namun kita tetap kuatir akan kesehatan anak saya nantinya,”ungkap Yulianto, ayah kandung korban, Senin, (14/1).

Yulianto berpendapat, santunan yang diberikan kepada pihaknya meminta agar bukan menjadi jamainan anaknya serta merta dianggap sudah selesei, sedangkan kelak dikemudian hari ternyata anaknya menjadi cacat.

“Ya kita hormati kalau amplop itu sebagai santunan atau bantuan, namun kita juga ingin memastikan jika ARS tidak mengalami cacat,” tegasnya.

Dia juga menceritakan, jika banyaknya guru sekolah yang menjenguk dan menunggui ARS di RSUD dr Sudomo bukan tindakan yang menguntungkan. Pasalnya kehadirannya membuat bingung banyak pihak dan pertanyaannya malah tertuju kepada pihaknya.

“Masak menunggui sampai pukul 00.00, makanya sempat saya persilakan untuk pulang saja,”terangnya.

Hingga kini Yulianto , masih setia menunggu anaknya yang tergolek di kasur kamarnya di rumah di daerah Keluarahan Ngantru.

Sementara, Ganib Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) di Dinas Dikpora Kabupaten Trenggalek saat ingin diwawancarai belum bisa menemui dengan alasan masih rapat tertutup.

“Masih rapat di ruangan , mohon maaf,”ucap Satpam dinas.(dik/ham)