SMAN 2 Lamongan Raih Penghargaan Bergengsi Adiwiyata Mandiri

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Adiwiyata Mandiri merupakan salah satu penghargaan bergengsi di Bidang Lingkungan Hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLH–RI), kepada Sekolah yang dinilai telah mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan di semua aspek kegiatan sekolah dalam rangka meningkatkan peran sekolah.

Kali ini di antaranya SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur, dibawah naungan Kepala Sekolah Drs. H. Muki berhasil meraih predikat Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Ratusan peserta dari seluruh Indonesia hadir memenuhi Auditorium KLH sejak pagi hari pada Jumat (21/12/2018) tahun lalu.

Lembaga pendidikan yang berada di pusat kota di jalan Veteran ini sebelumnya meraih penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2017, yang kemudian kembali masuk nominasi dalam lomba dan meraih Adiwiyata Mandiri 2018.

Muki mengatakan, ada beberapa pencapaian sekolah SMA Negeri 2 untuk meraih Adiwiyata Mandiri diantaranya, mendidik dan membina karakter civitas akademika dalam lembaga pendidikan yang berbudaya lingkungan hidup. Ditambah lagi dengan adanya penyerapan air dalam tanah.

“Mudah-mudahan perolehan penghargaan Adiwiyata Mandiri ini bisa memberi motivasi warga SMAN 2 Lamongan dan bisa bekerja lebih baik dalam mewujudkan lembaga pendidikan hebat yang bermartabat,” jelasnya kepada awak media, Jumat (11/1/2019)

Tidak kalah penting, tambahnya, prestasi ini diharapkan semakin menumbuhkembangkan inovasi pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan hidup. Kewirausahaan karya siswa juga bisa dikembangkan lebih luas sekaligus bisa meningkatkan kesadaran dan pembiasaan warga SMAN 2 Lamongan dalam berbudaya hidup bersih dan sehat.

“Alhamdulillah, kerja keras seluruh civitas akademika SMAN 2 selama ini membuahkan hasil dengan penghargaan Adiwiyata Mandiri 2018,” kata Kepsek SMAN 2 Lamongan.

Sesuai dengan penyerahan Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional tahun 2019 merupakan yang ke-13 kalinya, sejak pelaksanaan pertama tahun 2006 yang lalu. Dengan diikuti 875 sekolah (784 sekolah negeri dan 91 sekolah swasta) di 273 kota/kabupaten 32 propinsi  yang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional.

Dari data Kementerian LHK, terdapat 117 sekolah yang memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri dari seluruh sekolah di tanah air. Jumlah itu merupakan hasil penyaringan dari 314 sekolah negeri dan swasta yang masuk dan dinyatakan layak oleh tim penilai.

Sementara, menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada sambutannya di Jakarta beberapa waktu lalu, program Adiwiyata sangat dibutuhkan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sehingga diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Saya ucapkan terima kasih, hari ini sesuai dengan pengertian Adiwiyata yakni tempat yang ideal seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial terutama bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” ucap Siti Nurbaya.

Jurnalis : Omdik / Ferry

Kabiro    : Ferry