Baznas Hadirkan LAB dan MCB di Masjid Istiqlal

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Masjid Istiqlal menghadirkan Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Mualaf Center Baznas (MCB).

Kedua program layanan ini dikhususkan untuk membantu para mustahik dan mualaf di lingkungan sekitar Masjid Istiqlal.

Faisal Qosim, Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat Nasional Baznas, mengatakan dengan hadirnya dua program tersebut di Masjid Istiqlal, pihaknya ingin pelayanan kepada para mustahik dapat semakin mudah dijangkau dan sebarannya semakin luas, sehingga lebih banyak mustahik yang terbantu.

“Hari ini kita menghadirkan Layanan Aktif Baznas di Masjid Istiqlal, yang memiliki fokus pada kecepatan layanan kepada mustahik yang terkendala pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, biaya kesehatan dan pendidikan,” ujar Faisal kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, selain bantuan kebutuhan dasar, pihaknya juga menyediakan layanan bagi para mualaf di Masjid Istiqlal melalui Program Mualaf Center Baznas (MCB).

“Selama ini kita mengenal UPZ Masjid Istiqlal sebagai pilihan untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah. Namun dengan dua layanan yang dihadirkan hari ini, sangat diharapkan mampu menjadi pusat layanan kepada para mustahik,” kata Faisal.

Sementara itu, KH Asep Saepudin selaku Ketua Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI)
berharap dengan adanya LAB dan MCB, Masjid Istiqlal bukan hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, namun juga mampu menjadi solusi permasalahan mereka.

Ia menuturkan, zakat bisa menjadi solusi kebutuhan umat. Kehadirannya sangat penting dalam mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Di Masjid Istiqlal, untuk mualaf masuk dalam bidang Takmir. Tahun 2018 kami mengislamkan 339 orang. Para mualaf ini selain dibantu faktor ekonomi, juga perlu dibantu akidahnya menjadi kuat, memantapkan syariah seperti belajar wudhu dan sholat, serta diajarkan hukum yang ada di Islam. Ini kami lakukan agar para mualaf yakin dan jangan sampai para mualaf ini hanya sebentar masuk Islam terus keluar lagi kembali ke agama sebelumnya,” jelas KH. Asep Saepudin. @Rudi