Dewan Trenggalek Siap Tindaklanjuti Tuntutan Warga Soal Hasil Pilkades

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Samsuri, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek,Jawa Timur , menyatakan aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa dengan menamakan diri Pemuda Karanggandu yang tidak puas akan hasil Pilkades serentak di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, pada 9 Pebruari kemarin sah-sah saja.

Namun , dia mengatakan juga semuanya itu akan dibawa dengan mekanisme tata tertib yang berlaku di dewan dan tetap menunggu proses penyelesaian masalah hingga sudah ada kepastian.

“DPRD tidak bisa berandai-andai, tunggu saja agar proses berjalan sesuai apa yang telah diatur pada regulasi kepanitiaan Pilkades, “ungkapnya, Selasa (12/2).
Menurutnya, untuk proses penyelesaiannya telah disampaikan. Panitia Pilkades tingkat desa diberikan waktu tiga hari untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Jiika belum selesai, maka akan diajukan lagi ditingkat panitia kecamatan dengan diberi waktu empat hari. Apabila juga belum selesai maka dilanjutkan pada tingkat kabupaten yakni ditangani langsung oleh bupati,” ucapnya.

Sedangkan pada proses di kabupaten, lanjut Samsuri, kabupaten ada kesempatan waktu sekitar 30 hari dalam menyelesaikan sengketa ini. Terkait alur dan hasilnya bagaimana tergantung yang bersangkutan yang melakukan prosesnya mau dilaksanakan sejauh apa.

“Kami di dewan akan tetap akan mengawal proses ini sesuai aturan yang telah dipedomani. Mulai peraturan dari segi undang-undang, peraturan pemerintahnya, peraturan daerah serta Permendagrinya,” terangnya.

Dikatakannya , sesuai aturan masih ada waktu untuk mengugat hasil pilkades, selain dari waktu 30 hari, masih ada lagi waktu tiga hari.

“Waktu untuk menetapkan SK suara terbanyak sementara. Juga ada waktu untuk bupati selama 30 hari persiapan pelantikan,”katanya.

Sementara, ratusan massa dari Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Karanggandu pendukung dari calon Kades nomer urut dua Asmadi melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa pagi(12/02/2019).

Mereka ingin menyampaikan aspirasi terkait Pilkdes di desanya yang dianggap banyak kecurangan atau pelanggaran. Ratusan masa tersebut menuntut untuk dilakukan pemilihan ulang. Desa Karanggandu sendiri ada dua calon Kades, yankni nomer urut satu Umtingah dan dua Asmadi yang ikut dalam pesta demokrasi.

Agus Salim, perwakilan pengunjuk rasa mengatakan, masyarakat yang tergabung dalam kelompok Pemuda Karanggandu sengaja mendatangi DPRD kabupaten Trenggalek. Karena merasa kurang puas terhadap pelaksanaan Pilkades di desanya yang dinilai adanya dugaan kejanggalan serta indikasi-indikasi kecurangan yang dilakukan dari calon lain. (dik/ham)

WELAS ARSO