CCAI Jalin Kerjasama Dengan SMK

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dalam menunjukkan komitmennya mendukung program-program pemerintah, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) turut serta dalam program peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian RI. Salah satunya adalah program vokasi industri link and match, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Program bertajuk vokasi industri link and match tersebut merupakan program prioritas pembangunan pemerintah di tahun 2019. Dimana program ini menyasar kerjasama antara industri, dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membangun ketersinambungan diantara keduanya.

“Setelah gencar melakukan berbagai pembangunan infrastruktur, pemerintah kini fokus untuk membangun SDM yang kompeten,” kata Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam pidato pembukaannya.

Menurut Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia, kesempatan tersebut amat baik bagi Amatil Indonesia untuk ikut serta meningkatkan kapasitas SDM di dalam negeri.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program ini sejalan dengan semangat Amatil Indonesia untuk terus mengembangkan diri lewat beragam produknya agar senantiasa dapat hadir memberikan kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat.

Dihadapan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hamid Muhammad serta Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi.

Amatil Indonesia yang diwakili oleh Adipurno Widi Putranto, selaku Corporate Affairs Executive untuk daerah operasi Jawa Timur secara simbolis menandatangani perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMK 45 Surabaya.

Amatil Indonesia selain dengan SMK 45 Surabaya juga meneken MoU dengan empat sekolah lainnya di Jawa Timur.

“Kami tidak hanya bermitra dengan SMK 45 Surabaya saja untuk program vokasi industri di Jawa Timur, melainkan ada 4 sekolah lainnya yang juga bermitra dengan kami untuk kegiatan ini. Dua sekolah berada di Surabaya sedangkan dua sekolah lainnya berada di Jember,” terang Adipurno.

Selain itu, Program vokasi industri antara Amatil Indonesia dan SMK tidak hanya dilakukan di Jawa Timur. Beberapa area operasi lainnya seperti Jakarta, Medan dan Lampung sudah melakukan kegiatan vokasi industri bersama dengan SMK.

Sedangkan beberapa area operasi lainnya seperti Sumedang, Semarang dan Bali akan menyusul dalam waktu dekat untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas SDM Indonesia menuju industri 4.0 tersebut.

“Didalam program vokasi yang diberikan Amatil Indonesia, nantinya para pelajar SMK tidak hanya diberikan pemahaman teknis, melainkan akan kami bekali pula mereka dengan pelatihan entrepreneurship. Harapan kami, di masa depan mereka dapat mandiri dengan kemampuan yang dimilikinya,” tutup Lucia Karina. (rbt)

WELAS ARSO