Di Hari Valentine Kapolres Lamongan Dapat Kejutan Dari PMII

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM. COM; Menyikapi adanya beberapa kasus terkait Gratifikasi tindak korupsi yang tak kunjung ditangani, PMII Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memberikan bunga ke petugas Polres Lamongan. Pemberian bunga itu sebagai simbolis perhatian Mahasiswa terhadap kinerja Kepolisian Polres Lamongan agar lebih baik.

Sekitar lebih dari sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ikut dalam apel dihalaman mapolres Lamongan, Kamis (14/2/2019). Apel langsung dipimpin Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P Hutagalung S.I.K M.H.

Usai pelaksanaan apel pagi, mahasiswa kemudian memberikan bunga kepada sejumlah anggota kepolisian termasuk Kapolres AKBP Feby. Tepat di hari Valentine Kapolres mendapat kejutan berupa bunga dan sebuah bingkai dari mahasiswa.

“Jadi di hari Valentine kita mendapat kejutan dari teman-teman mahasiswa dan PMII. Dimana bunga ini bentuk kasih sayang mereka kepada kepolisian polres Lamongan,” jelas AKBP Feby.

Feby menambahkan, selama ini mahasiswa Lamongan bersama kepolisian selalu bersinergi dan kerjasama dalam setiap komunikasi demi membangun keamanan dan kondusifitas kota Lamongan.

“Ini bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih mahasiswa terhadap kinerja Polri khususnya Polres Lamongan sehingga mereka memberi karangan bunga ke sejumlah anggota,” kata Kapolres.

Sementara disisi lain, sikap apresiatif Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Lamongan kepada kepolisian resort Lamongan sebagaimana tugas utama kepolisian sebagai lembaga yang bertanggungjawab menjaga dan memelihara keamanan.

Tugas tersebut diantaranya, pertama adalah tugas preventif, yaitu menjaga serta mengawasi agar tidak terjadi pelanggaran hukum oleh siapapun. Kedua, tugas represif yaitu melaksanakan segala peraturan maupun perintah dari pihak berwenang saat terjadi peristiwa pelanggaran hukum.

Namun masih disayangkan, tugas represif kepolisian bukan hanya terhadap persoalan peredaran narkoba. Dalam hal penanganan atas peristiwa pelanggaran hukum, kiranya Kapolres Lamongan harus lebih mengingatkan dan mendorong personalnya untuk bekerja lebih maksimal.

Seperti contoh mantan anggota DPRD Lamongan dengan inisial Moh Amir, SE (yang kabarnya dilaporkan oleh seseorang pada bulan desember tahun 2018 lalu ke Polres Lamongan muncul surat perintah tugas dengan nomor 437/XII/RES.3.5/2018 tertangal 7 desember 2018) tidak kunjung terdapat informasi valid tentang status hukum perkaranya. Sangat disayangkan jika kemudian publik menilai kinerja kepolisian lamban sehingga mengurangi wibawa prestasi yang telah diperolehnya.

“Selain memberi bunga sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih, kami juga meminta Kapolres lebih tegas lagi dalam menangani kasus gratifikasi tindak korupsi,” ungkap Ketua PMII Lamongan Fahmi Fikri.

Selanjutnya Fahmi menegaskan, PMII tidak menginginkan adanya asumsi yang berkembang di publik bahwa kepolisian akan sulit menemukan jalan terang ketika berhadapan dengan persoalan yang bersinggungan dengan persoalan politik, atau persoalan yang menyangkut elit politik di Lamongan. Dan apabila asumsi tersebut benar adanya, maka lebih sulit untuk dicapai.

Jurnalis : Omdik/Ferry
Kabiro : Ferry

WELAS ARSO