Polres Trenggalek Bongkar Pabrik Miras Yang Telan Korban Jiwa

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kepolisian Resort Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya membongkar pabrik yang mengolah minuman keras palsu yang dilakukan di daerah papar Kabupaten Kediri, pasca jatuh korban sebanyak tiga orang warga Watulimo Trenggalek meninggal dunia dan lima orang masih mendapat perawatan medis di RSUD dr Sudomo Trenggalek.

Praktek pemalsuan miras itu ternyata dilakukan tersangka Hadi Suwito,(46), dan Sugiono, (39) keduanya warga Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri yang mengakui seluruh perbuatannya memproduksi miras palsu oplosan di pabriknya sendiri di sebuah kandang sapi.

Kepolisian Resort Trenggalek menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus meninggalnya 3 orang warga, yang diduga akibat overdosis minum Miras oplosan.
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, membenarkan bahwa lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Hadi Suwito (46) dan Sugiono (39) asal Kediri. Keduanya berperan sebagai pemasok metanol/alkohol.

“Kita tetapkan keduanya yang merupakan orang yang memproduksi dan memasok miras yang mengakibatkan maut tersebut,”ucapnya, Rabu, (13/2).

Kemudian, masih keterangan Kapolres Didit, Samsul Anam (57) warga desa Margomulyo Watulimo sebagai penyedia dana pembelian Miras.

“Nah, Arik Setiawan (33) dan Rudi Sukamto (29) keduanya warga Tasikmadu, Kecamatan Watulimo berperan sebagai pengoplos Miras,” lanjutnya.

AKBP Didit mengatakan, para korban dan saksi minum minuman beralkohol, di TKP Jalan Desa Masuk kawasan Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo Trenggalek, mulai pukul 21.00 WIB, sampai dengan esok dini hari pukul 04.00 WiW, dengan alasan untuk mengusir rasa kantuk, menjelang malam pencoblosan Pilkades, Jumat (8/02) yang lalu.

“Keesokan harinya korban dan saksi, mulai mengalami gejala lemas tubuh, sesak nafas dan penglihatan kabur,”katanya.

Oleh pihak keluarga kemudian dilarikan ke Puskesmas Prigi Watulimo, untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Ada tujuh orang yang minum Miras oplosan. 3 orang diantaranya meninggal dunia, dan 4 orang lainnya masih dalam perawatan intensif, pihak rumah sakit dan Puskesmas,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, Miras tersebut dipasok dan dioplos oleh para tersangka, dengan dicampur unsur zat kimia. Tersangka mencampur tanpa memiliki keahlian dibidang farmasi, dan selanjutnya mengedarkan tanpa izin.

“Sedangkan Miras dan oplosanya dibeli dari tersangka Hadi Suwito dan Sugiono, di daerah Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri,”terangnya.

Sementara itu hasil Visum Et Repertum (VER), maupun Medical Record menyatakan, bahwa Korban dan Saksi mengalami overdosis Miras (Konsentrasi alkohol dalam darah sangat tinggi).

“Sehingga menyebabkan lemas, penglihatan kabur, sesak nafas (gagal nafas) dan jantung, sehingga berakibat meninggal dunia,” pungkasnya. (dik/ham)

WELAS ARSO