Global Hub Lombok Utara Kalah Pamor dengan KEK Mandalika

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Heryanto.

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Pembangunan Mega Proyek Global Hub di Lombok Utara belum jelas diakui realisasinya. Terlebih setelah bencana gempabumi lalu, PT Bandar Kayangan Internasional (BKI) malah terkesan terkesan aktif. Sementara pemerintah pusat lebih memprioritaskan KEK Mandalika untuk menarik perhatian dunia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara Heryanto mengungkapkan, pembangunan Global Hub tidak lepas dari tata ruang nasional. Sebagai kawasan andalan, diakui PT tersebut masih memproses izin lokasi. Namun demikian, jauh lebih lanjut, masih banyak tahap yang akan dilakukan termasuk pembebasan lahan untuk kebutuhan sekitar 7 ribu hektare.

“Izin untuk 7 ribu hektare lebih dari ini kemarin saya tanyakan ke kawan-kawan BKPRD. Dalam proses ini izinnya melalui aplikasi OSS, kala pemerintah harus melakukan validasi belum tentu, ”ungkapnya, Rabu (6/3)

PT. Bandar Kayangan Internasional sendiri sudah melakukan ekspose dan sudah melakukan untuk melakukan terobosan pada Bulan Juli 2018 lalu. Hanya saja, faktor perizinan yang tak kunjung selesai ditambah dengan gempabumi yang menerjang, kemajuan Global Hub bak ditelan bumi. Terlebih muncul informasi jika di lahan tersebut ada zona patahan aktif yang notabene belum bisa dibangun apa pun.

“Sekarang saya sudah tidak pernah mengikuti perkembangannya. Banyak pertimbangan, karena pemda juga punya tanggung jawab untuk merelokasi masyarakat di situ. Dari status jalan kita juga banyak yang belum bisa diklaim standar nasional, ”katanya.

Menurutnya, jadi atau tidaknya mega proyek ini tergantung pada PT itu sendiri. Misalnya lanjut Herianto, BKI bisa menampilkan diri dari tempat mana akan bekerja. Kemudian membangun sebuah pabrik lebih dulu, lalu melakukan pembebasan tanah dan membangun perumahan untuk masyarakat sebagai solusi relokasi bagi warga yang menerima tawaran lahan.

“Misalnya perumahan untuk dirilis, dibangunkan rumah. Kemudian di lahan mereka sebelum dibangun masih bisa dikelola warga, itu yang mau dipertanyakan oleh pak bupati. Jangan ujug-ujug diambil alih lantas masyarakat tidak bisa bekerja di sana, ”jelasnya.

Merujuk pada salah satu kawasan program nasional KEK Mandalika di Lombok Tengah, Herianto tidak menampik jika progresnya begitu masif menyetujui program yang ada di daerahnya. Betapa tidak, di sana sudah akan dibangun sirkuit Moto GP untuk gelaran tahun 2021. Belum lagi berbicara pembangunan hotel-hotel berskala dunia di sana. Meski demikian, pihaknya juga mengharapkan KEK Mandalika paling tidak Lombok Utara bisa kecipratan atensi pemerintah pusat. Lebih dari satu kawasan dengan provinsi daerah strategi.

“Kita harap kecipratan dari prioritas nasional KEK Mandalika ini. Kan kita peyanggah nih, hanya di sini kawasan strategis provinsi. Saya hanya berpikir manfaat ke depan bagi kita. Karena kita adalah tujuan wisata dunia dan sudah ada di launching, ”pungkasnya. (Idam)

WELAS ARSO