Sambut Hari Nyepi Umat Hindu Arak Ogoh-ogoh

Nyepi : Umat Hindu Boyolali siapkan kirab ogoh-ogoh akan diarak keliling Boyolali. ( foto Mulyawan).

BOYOLALI – KANALINDONESIA.COM

Warga umat Hindu di Boyolali, menyiapkan berbagai rangkaian acara dalam menyambut Hari Raya Nyepi, Seperti halnya kirab Ogoh Ogoh yang akan diarak malam ini, Rabu (6/3) di beberapa desa Boyolali.

Seperti Umat Hindu di Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari, menyiapkan berbagai rangkaian prosesi untuk merayakan Hari Raya Nyepi tahun ini.

Ogoh-ogoh itu merupakan simbol raksasa kejahatan atau nafsu angkara murka yang akan ditampilkan jelang perayaan Nyepi di desa setempat.
“Pembuatan Ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi Tawur Kesongo 1941 Saka,” kata Maryono tokoh masyarakat Karanganyar.
Menurutnya ada dua Ogoh-ogoh yang dibuat warga dusun Tagung di Pura Bhuana Puja, kedua Ogoh-ogoh itu masing-masing tingginya sekitar 3,5 meter.
Pasangan Ogoh-ogoh menggambarkan dua raksasa berbadan manusia dengan gigi bertaring. Raksasa jantan berwarna merah berdiri menginjak kepala ular kobra. Sedangkan raksasa betina berwarga putih berdiri dengan kukunya yang panjang.
“Pembuatan ogoh-ogoh berbahan kertas tisu, ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Untuk dua ogoh-ogoh ini menghabiskan dana sekitar dua sampai empat juta rupiah, dan itu tidak hanya di tanggung warga Hindu saja tetapi banyak donatur yang non Hindu juga ikut membantu,”ungkapnya.
Ogoh-ogoh itu akan dipentaskan pada Rabu malam diawali dengan upacara Bhuta Yadnya di pura tersebut. Setelah upacara bhuta yadnya, berbagai rangkaian sesaji ditempatkan di perempatan desa setempat.
“Sesaji berupa kepala kambing ditempakan  diperempatan dusun, sedangkan keempat ekor kakinya di tanam di empat penjuru dusun,” jelasnya.
Selanjutnya, dilakukan pawai Ogoh-ogoh yang diikuti umat Hindu berkeliling Dukuh Tagung Gede dan Wonodadi, Desa Karanganyar.
Pawai berakhir di lapangan desa setempat dan disambut tari-tarian,puncak perayaan itu adalah pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol membakar raksasa atau besarnya nafsu angkara murka.(mul)