PMII Tuding Kejari Lamongan Tidak Serius Tangani Kasus Korupsi

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Dianggap tidak serius dalam penanganan kasus tindak korupsi Perdin dan Banpol dilingkup DPRD tahun 2012, Pengurus Cabang PMII Lamongan berencana melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Lamongan.

Beberapa kasus korupsi Perjalanan Dinas (Perdin) 2012 dan Bantuan Politik (Banpol) diantaranya dugaan yang menyeret Masykuriyah istri H. Makkin Abbas mantan ketua DPRD Kab. Lamongan, dan Korupsi Biaya Penunjang Operasional Pimpinan (BPOP) DPRD.

“Rencananya agenda dalam audiensi nanti diantaranya menanyakan tentang kejelasan Proses hukum Dugaan korupsi Perjalanan dinas,” Fahmi Fikri

Ketua Umum PC. PMII lamongan. Fahmi menambahkan, Dalam duga’an korupsi banpol diketahui telah menyeret beberapa anggota DPRD. Termasuk telah menetapkan salah satu Wakil Ketua DPRD sebagai TSK.

“Seingat saya Kejaksaan Negeri lamongan telah menetapkan Sa’im S.Pd sebagai TSK,” jelasnya. Selain itu Ketua PC. PMII Lamongan menjelaskan bahwa kasus korupsi Perdin dan Banpol hingga saat ini masih mengambang dan tidak ada penjelasan tindaklanjut hukum.

“Lhaa lambat laun kasus-kasus ini kok kemudian hilang tanpa ada kejelasan, ungkap Fahmi. Pihaknya mengharapkan Kejaksaan Negeri benar-benar berperilaku Adil berintegritas tinggi dan Profesional.

Disampaikan bahwa penegakan hukum di Lamongan jangan menjadi tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Adanya dugaan penerimaan gratifikasi oleh mantan anggota DPRD Lamongan dan dana bantuan untuk partai politik yang dianggap masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kejari Lamongan.

Jurnalis : Omdik / Ferry

Kabiro : Ferry Mosses

WELAS ARSO