Diduga Salah Medis Bocah Kelas 1 SD Meninggal Setelah Operasi. Begini Tanggapan Direktur RS Hidayah

BOYOLALI – KANALINDONESIA.COM: Direktur Rumah Sakit (RS) Hidayah Kragilan, dr. Ida Wulandari menyatakan tindakan medis yang dilakukan rumah sakit sudah sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP) medis yang benar dengan pasien Muhammad Ahsan Arrosid.

Pihaknya sudah memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien termasuk untuk almarhum Muhammad Ahsan Arrosyid.

“ Saat itu pasien sudah ditangani oleh dua dokter spesialis,” kata Ida.

Tim medispun kemudian melakukan tindakan perawatan intensif di ruang ICCU. Tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkehendak lain. Nyawa pasien Muhammad Ahsan Arrosyid tak bisa diselamatkan.

“ Rumah sakit sudah menjalankan proses A sampai Z dalam penanganan untuk semua proses operasi pasien. Semua prosedur operasi tak ada yang terlewatkan,” ungkap Ida.

Operasi sederhana yang mengakibatkan pasien meninggal dunia ini diluar prediksi rumah sakit. Untuk itu pihaknya bakal melakukan audit medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian tersebut.

Seluruh tim yang terlibat bakal dikumpulkan, mulai dari dokter operator, dokter spesialis THT, tim bius, perawat hingga perawat bangsal. Karena memang pasien ini memiliki riwayat pengobatan Tuberkulosis.

“ Kami akan audit semua dokter yang menangani pasien. Pasien saat ini mempunyai riwayat pengobatan Tuberkulosis,” jelas Ida.

WELAS ARSO