FKDM Trenggalek Resmi Dibubarkan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur,  H. Moch Nur Arifin menegaskan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri ( Permendagri)  no 12 tahun 2016 tentang, kewaspadaan dini masyarakat kabupaten Trenggalek tahun 2018 yang mengharuskan untuk dicabut.

“Dengan berlakunya Permendagri no 2, tahun 2018 tentang kewaspadaan dini daerah, maka  kewaspadaan dini masyarakat kabupaten Trenggalek tahun 2018 dicabut, dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dikatakannya, alasan negara membubarkan forum tersebut , karena dianggap tidak relevan dengan kondisi zaman serta tidak lagi vital menjadi kebutuhan negara.

“Karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, serta kebutuhan, penyelenggara pemerintahan daerah,” terangnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, dan  dengan berakhirnya masa bakti, kami sampaikan terimakasih yang sebesar besarnya.

“Atas nama pemerintah kita mengucapkan banyak terimakasih bantuannya,”tegasnya.

Gus Ipin panggilan akrabnya Plt Bupati Trenggalek ini mengatakan, pemerintah sangat memikirkan, bagaimana FKDM ini bisa tetap berlanjut, tetapi tentu ya harus ada payung hukumnya.

“Kalau pemkab berkeinginan melanjutkan forum ini tentu nanti yang dubutuhkan adalah dasar hukum,”tandasnya.

Karena kerawanan di Kabupaten Trenggalek cukup ada, terutama masalah bencana alam, yang setiap tahun selalu menghantui kabupaten Kripik tempe ini.

“Masalah komunikasi anatr umat beragama tentu terus kita bangun agar silaturahmi dan kerukunan ini tetap nyata,”ujarnya.

Pemkab, masih keterangan Arifin, tetap membutuhkan tokoh dan ulama di masyarakat dalam membangun serta memahamkan sesuatu di lingkupnya.

“Dan kami terus terang, tidak bisa menyelesaikan sendiri, karena itu saya membutuhkan masyarakat, karena saya bukan Batman, supermen, maupun power rengers. Karena itu saya minta Kesbangpol berkoordinasi dengan kabupaten tetangga,” ungkapnya.

Sementara itu KH Yusak, AS anggota FKDM Trenggalek mengatakan, dengan dibentuknya forum kewaspadaan dini masyarakat daerah ini, sangat membantu pemerintah dalam sedekah informasi.

“Karena itu saya berharap nantinya FKDM bisa tetap ada, walaupun nanti dalam bentuk lain,” pungkasnya. (dik/ham)

WELAS ARSO