Petugas Keamanan Pertandingan Sepak Bola Liga Presiden Melarang Awak Media Mengabadikan Gambar Suporter yang Terlibat Insiden Kerusuhan

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Petugas keamanan pertandingan Sepak Bola Liga Presiden antara Madura United Fc Vs Persebaya Surabaya, yang diselenggarakan di Stadion Gelora Ratu Pamellingan Desa Cegug, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura Jawa Timur, Sabtu Malam 06 April 2019, Melarang para awak media saat melakukan tugasnya sebagai insan pers untuk mengabadikan gambar terjadinya insiden kedua kelompok suporter sepak bola yang terlibat aksi pertikaian diluar area stadion pada saat pertandingan berlangsung.

Insiden pertikaian antar suporter sepak bola liga presiden 2019 di lokasi stadion Gelora Ratu Pamellingan Desa Cegug Kecamatan Tlanakan Pamekasan, tidak hanya terjadi pada saat menjelang pertandingan. Namun Insiden itu, terus bermunculan terjadi pada saat pertandingan sepak bola liga presiden itu berlangasung pada sabtu malam 06 April 2019 di Stadion Gelora Ratu Pamellingan.

Petugas keamanan yang bertugas untuk mengamankan kelangsungan pertandingan sepak bola itu, telah dibuat kerepotan lantaran kerusuhan para suporter sebak bola terus bermunculan terjadi diberbagai titik lokasi diluar areal stadion. Bahkan untuk membubarkan mereka agar situasi kembali aman dan normal seperti semula, petugas terpaksa menembakkan gas air mata kearah titik lokasi kerusuhan dua kelompok suporter.

Namun Ironisnya, pada saat peristiwa insiden kerusuhan para suporter bola yang menjadi pusat perhatian ratusan suporter sepak bola lainnya disekitar lokasi halaman diluar stadion itu tengah diabadikan oleh para awak media dengan cara susah payah saat menjalankan tugasnya sebagai insan pers, malah didatangi oleh salah satu oknom pihak petugas keamanan setempat yang melarang dan meminta agar segera memghapus gambar hasil bidikan kameranya itu. Sontak, para awak media pada saat itu nampak terperangah merasa kaget dan kecewa dengan reaksi petugas tersebut.

“Jujur saya pada saat itu terperangah penuh rasa heran dan kaget ketika petugas keamanan datang menghampiri saya yang meminta saya agar segera menghapus gambar insiden kedua kubu suporter sepak bola yang telah terlibat aksi bentrok dari hasil bidikan kamera yang saya peroleh dengan susah payah,” kata R, (Inisial wartawan) salah satu wartawan yang dimintai petugas untuk menghapus gambar hasil bidikannya.

Sementara secara terpisah, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo ketika dimintai keterangan resmi menyikapi persoalan tersebut, malah membantahnya dengan menyatakan bahwa kelangsungan jalannya pertangan sepak bola liga presiden di stadion itu tidak ada insiden kerusuhan yang dilakukan oleh suporter dari kedua belah kubu tersebut. Dirinya menegaskan, bahwa pelaksanaan pertandingan sepak bola liga presiden itu berlangsung aman dan kondusif.

“Gak ada kok, kerusuhan yang dilakukan oleh kedua belah kubu suporter sepak bola pada saat pertandingan berlangsung itu saya nyatakan itu tidak ada, sebab, saat itu juga saya sedang berada dilokasi tersebut, dan informasi itu tidak benar adanya,” tegas Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo saat dimintai keterangannya prihal insiden itu.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo dalam menyikapi persoalan itu, dengan tegas juga menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pertandingan itu berlangsung aman dan tertib hingga selesai.

Dinya juga mengatakan, bahwa polres pamekasan menerjunkan sebanyak 900 orang personel petugas keamanan untuk mengamankan kelangsungan perdaingan sepak bola liga presiden antara kesebelasan Madura United Fc Vs

Persebaya Surabaya, yang diselenggarakan di Stadion Gelora Ratu Pamellingan Desa Cegug, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan pada sabtu malam 06 April 2019 itu bisa berjalan aman dan kondusif.(IFA/NANG).