DPRD Trenggalek: Jemaah Haji Harus Membawa Perubahan Individu dan Sosial

Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Kab. Trenggalek
Sukarodin Ketua Komisi IV DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: 578  Calon Jamaah Haji (CJH)  dari Kabupaten Trenggalek , Jawa Timur, yang sedianya akan berangkat pada tahun 2019 ini ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD setempat bahwa ritual rohaniah dan ritual fikriah pada ibadah haji harus membawa perubahan. Tak hanya perubahan yang bersifat individu (personal),  namun juga harus menuju perubahan yang bersifat dan berdimensi sosial.

“Ini yang dinamakan haji yang membawa barokah, yang membawa perubahan menuju kebaikan. Ayo tebar virus kebaikan. Itulah pesan penting yang harus dibawa dan dilakukan para haji nanti,” jelas Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Minggu, (7/4) di Trenggalek.

Untuk itu, dia berharap para calon tamu Alloh itu agar sedini mungkin telah mempersiapkan diri baik jasmani maupun rohani agar saat berangkat sampai kepulangannya sehat dan ibadahnya lancar.

“Sekarang mereka harus rutin dan tertib dalam menjalani manasik haji. Begitu juga anjuran dokter haruslah diikuti,”harapnya.

Berpedoman pada hal tersebut, diharapkan ibadah haji mampu menghapus kesyirikan. Meskipun bukan negara teokratis, namun nilai-nilai agama menjadi pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang terpotret dari sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dan ibadah haji merupakan instrumen untuk menguatkan visi itu sehingga pemerintah berkepentingan hadir dalam prosesi haji karena tujuan mulia tersebut dan diimplementasikan dalam gerakan amar ma’ruf nahi munkar,” terang Sukarodin.

Dituturkan politisi asal PKB ini Hiduplah sesukamu, namun ingat sesungguhnya kamu mayit. Cintai apa yang kamu cintai, sesungguhnya kamu akan berpisah dengan yang kamu cintai (karena tidak ada yang abadi).

“Maka silahkan beramal, sekecil apapun amal akan ditimbang,” tuturnya.

Sukarodin juga menitipkan doa untuk Trenggalek khususnya untuk generasi muda mengingat gempuran pergeseran moral (demoralisasi) yang dapat menghancurkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Anak muda harus bisa membentengi diri agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi nusa , bangsa dan agamanya,”pungkasnya.

Sementara Agus Prayitno, Kasi Pelayanan Haji dan Umrah Kankemenag Trenggalek , dari 578 CJH asala Trenggalek, kemungkinan  49 CJH gagal berangkat.

“ 13 CJH karena meninggal dunia dan tidak bisa diganti dengan alhi warisnya. Sedangkan 36 CJH berdasarkan informasi yang didapat telah menunda keberangkatan,”ungkapnya.

.Agus menambahkan, terkait jumlah CJH yang melakukan pelunasan pada tahap pertama ini Kankemenag belum bisa menyebutkan secara pasti. Sebab saat ini masih proses pelunasan.(ham)