Warga Jetak Paciran Khawatir Keberadaan Polusi Pabrik Dolomit Mematikan

LAMONGAN,KANALINDONESIA.COM; Ratusan Warga Dusun Jetak, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sangat mengkhawatirkan keberadaan Pabrik Dolomit yang berdiri dekat dengan pemukiman warga. Hal ini dipastikan akan berdampak pada pencemaran udara atau polusi hasil produksi penghalus batu kapur yang bakal melanda lingkungan warga sekitar.

Sekitar lebih dari 105 Kepala Keluarga (KK) mulai resah dengan berdirinya sebuah pabrik Dolomit didekat pemukiman warga. Bagaimana tidak, keberadaan pabrik itu akan merugikan kesehatan warga terdampak polusi debu. Diperkirakan radius 500 meter debu pabrik dolomit bakal mengotori rumah warga hingga jalan-jalan desa.

“Kami selaku warga Jetak khawatir kalau pabrik dolomit beroperasi kemudian debu dari olahan pabrik bisa mencemari lingkungan,” kata Sumi’an Ketua RT dusun jetak.

Hampir selama delapan bulan warga jetak sudah was-was dengan pabrik dolomit. Meskipxn pabrik tersebut masih dalam pembangunan dan belum beroperasi.

“Pembangunan pabrik dolomit sejak bulan Agustus 2018 kemarin mas. Jadi meski belum beroperasi pabrik itu akan menimbulkan permasalahan baru bagi warga,” jelasnya.

Sementara itu, Keberadaan serta mendirikan abrik dolomit selama ini menjadi polemik bagi warga dusun jetak. Pembangunan pabrik itu dianggap semena-mena karena tidak ada kesepakatan atau sosialisasi bersama warga terlebih dulu.

“Perusahan ini belum ijin warga tiba-tiba main langsung dirikan aja. Mereka Ndak punya etika buat sowan dulu ke warga sekitar,” tutur ketua RT.

Sumi’an menambahkan, pihak perusahan dolomit juga sudah berbuat kebohongan dengan merubah tanda tangan warga diatas kertas absen kehadiran, kemudian dirubah menjadi surat persetujuan warga dalam pembangunan pabrik.

“Warga saat itu diundang oleh pihak dolomit dengan agenda sosialisasi keberadaan pabrik. Lalu kami disuruh absen sebagai tanda kehadiran warga yang turut ikut dalam acara tersebut. Setelah itu beberapa hari kemudian tanda tangan kami kok berubah menjadi tanda tangan persetujuan untuk pembangunan pabrik,” tegasnya.

Perbuatan tidak menyenangkan itu akhirnya membuat ratusan warga semakin kesal dan bertekad menutup secara paksa pabrik. Mereka kini bersama-sama akan melawan bila pihak perusahaan tidak mendengarkan aspirasi warga.

Selama ini perusahaan dolomit dianggap belum memiliki ijin resmi mendirikan pabrik. Bahkan mereka diduga telah memalsukan surat ijin mendirikan pabrik. (Fer)

Jurnalis : Omdik/Ferry
Kabiro. : Ferry Mosses