KPU Kabupaten Lamongan Tutup Rangkaian Bimtek PPS dan KPPS di Kecamatan Karanggeneng

MH. Fatkur Rohman, mewakili Ketua KPU Kabupaten Lamongan membuka acara Bimtek di Kecamatan Karanggeneng. Foto: omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; KPU Kabupaten Lamongan gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara kepada jajarannya di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Kecamatan Karanggeneng di Pendopo Kecamatan Karanggeneng, Jum’at (12/04/2019).

Acara yang berlangsung secara estafet ini digelar di 27 kecamatan sejak tanggal 1 April 2019. Pelaksanaannya sehari di 3 kecamatan yang berbeda. Bimtek di Kecamatan Karanggeneng ini merupakan gelombang terakhir dari rangkaian Bimtek yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Lamongan. Sekitar 600 orang peserta dari perwakilan 18 desa dan 152 KPPS kumpul bersama di pendopo Kecamatan Karanggeneng.

MH. Fatkur Rohman, SH.I selaku Divisi SDM dan Parmas yang mewakili ketua KPU Kabupaten Lamongan memberikan keterangannya bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan rangkaian pemantapan kepada penyelenggara Pemilu 2019 khususnya kepada anggota KPPS untuk lebih memahami tata cara pemilu yang tahun ini dilakukan secara serentak ini. Yakni memilih anggota DRPD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPRRI, DPD dan Presiden.

“Jangan sampai PPS dan KPPS sebagai ujung tombak penyelenggara Pemilu menjadi sasaran hujatan masyarakat atas ketidakmampuan dalam melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Fatkur.

Lebih lanjut Fatkur mengatakan Bimtek Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak 2019 ini ideal. Karena, kata Fatkur dalam Bimtek ini turut melibatkan seluruh unsur petugas TPS meliputi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang telah mengikuti pelatihan bimbingan teknis (bimtek) di masing-masing desa yang diselenggarakan oleh PPK Karanggeneng.

Pada Pemilu 2019 ini merupakan pemilihan umum yang sangat berbeda dengan pemilihan umum sebelumnya karena pemilihan kali ini menggabungkan antara pemilihan eksekutif dan legislatif. Model semacam ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Salah satu konsekuensinya adalah surat suara yang digunakan menjadi lebih banyak. Ada lima surat suara dengan ketentuan yang berbeda. Tidak setiap pemilih akan mendapatkan lima surat suara sekaligus, tergantung kategori pemilihnya. Apakah termasuk kategori pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tambahan (DPTb), atau daftar pemilih khusus (DPK).

Sementara itu, Nur Salam selaku Divisi Teknis saat memberikan keterangan seusai mengisi materi Bimtek mengatakan pengetahuan lain yang penting untuk diketahui oleh KPPS adalah terkait dengan suara sah dan tidak sah. Ada beberapa hal terkait dengan kategori suara sah dan tidak sah yang berbeda dari pemilu sebelumnya. Pengetahuan semacam itu yang penting dan perlu diketahui oleh KPPS. Jangan sampai karena minimnya pemahaman dan desakan banyak pihak menjadikan penyelenggaraan di tingkat bawah menjadi bermasalah.

Camat Karanggeneng, Bakti Aprianto, memberikan sambutan pada pembukaan Bimtek Pungtungsura Pemilu 2019 di Kecamatan Karanggeneng. Foto: omdik_kanalindonesia.com

“Semua yang berkaitan dengan penyelenggaraan di tingkat bawah, baik yang berupa pengetahuan atau teknis akan didapatkan oleh KPPS melalui bimbingan teknis (Bimtek) dan simulasi pemungutan dan penghitungan suara,” terang Nur Salam

Bimtek di tingkat KPPS merupakan teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Teknis tersebut adalah aplikasi dari undang-undang tentang pemilu dan PKPU Pungut Hitung Suara. Semakin banyaknya kotak suara yang akan digunakan tentu saja menuntut ketelitian para anggota KPPS. Tidak hanya ketua atau bagian administrasi yang memilah kategori pemilih DPT, DPTb, atau DPK, tetapi juga bagian penjaga kotak dan celup tinta harus cermat. Masing-masing surat suara harus dipastikan masuk pada kotaknya. Begitu pula dengan para pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya harus dicelup tinta jarinya.

Pemahaman seputar teknis penyelenggaraan di TPS harus diketahui oleh anggota KPPS agar tidak ragu dalam menjalankan tugas pada 17 April 2019 mendatang. Selamat menjadi penyelenggara Pemilu 2019. Pemilih berdaulat negara kuat.

Jurnalis: omdik/ferry
Kabiro : ferry mosses