Pemdes Penyangkringan Sulap Hutan Mahoni Menjadi Kampung Kuliner

Bupati Mirna Annisa Buka kampung kuliner Mahoni di desa Penyangkringan-Weleri.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Kawasan Hutan Mahoni di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri dirubah menjadi kampung kuliner dan tersedia beragam jajanan tradisional khas Penyangkringan tempo doloe yang disajikan pedagang.

Kampung kuliner itu merupakan gagasan dari pihak desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan setempat dan diresmikan Bupati Kendal Mirna Annisa, Minggu (14/4).

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Mirna Annisa disaksikan ratusan warga dari berbagai daerah.

Mirna Annisa mengatakan, bahwa Pemkab mengapresiasi Kampung kuliner tersebut cukup unik dan perlu penataan dengan baik, sehingga bisa mendatangkan wisatawan.

‘’Saya berharap ke depan bisa lebih baik. Di kampung kuliner juga dijual makanan tradisional khas daerah,’’ ungkapnya.

Mirna meminta supaya warga turut menjaga kebersihan lingkungan di lokasi kampung kuliner tersebut. Selain itu pedagang maupun pengunjung turut menjaga keberadaan pohon mahoni untuk melestarikan alam.

‘’Saya berharap hal ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain untuk menumbuhkan ekonomo kerakyatan,’’ tandasnya.

Kades Penyangkringan Bambang Supriyatmo, mengatakan, kampung kuliner itu merupakan gagasan pihaknya bersama dengan LMDH setempat.

‘’Ini baru pertama kalinya. Rencana kami buka setiap Sabtu malam dan Minggu pagi. Ke depan juga bakal kami ramaikan dengan berbagai hiburan,’’ katanya.

Ia mengatakan, antusias warga sangat tinggi. Hal itu terbukti banyak warga yang ingin membuka usaha di Hutan Mahoni tersebut. Hingga kemarin yang sudah mendaftar untuk membuka usaha di kampung kuliner mencapai 90 orang. Kawasan hutan mahoni cukup luas dan bisa menampung lebih dari 100 pedagang.

‘’Kami ingin meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya melalui pasat kuliner,’’ tandasnya. (eko)