Aleg Trenggalek Prihatin Angka DAK Menurun Trenggalek,

Mugiyanto, Ketua Komisi II DPRD Kab. Trenggalek
Mugiyanto, Ketua Komisi II DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Penurunan angka pada Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Trenggalek,  Jawa Timur, pada tahun 2019 ini, membuat prihatin kalangan anggota legislatif (Aleg) di DPRD setempat.

Seperti diketahui tahun ini Kabupaten Trenggalek hanya menerima Rp 35 Miliar. Dengan rincian  Rp 26 Miliar untuk jalan, dan Rp 19 Miliar untuk pengelolaan  sumber daya air.

H Mugiyanto Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek yang membidangi anggaran dan perekonomian mengatakan kondisi itu belum sejalan dengan amanat yang tertuang dalam RPJMD tahun 2019. Artinya banyak yang akhirnya tidak bisa memenuhi keinginan masyarakat.

“Apa yang sudah diharapkan masyarakat melalui Musrebangdes, kecamtan ataupun kabupaten seolah sia-sia,” katanya, Minggu, (14/4).

Politisi asal Demokrat ini juga melontarkan kritis tentang postur APBD setempat tahun anggaran 2020 yang semakin tidak mengakomodir kehendak rakyat. Terbukti masih tingginya prosentase yang akan dilaksanakan dari RPJMD pada 2020 pada sektor keinginan penguasa.

“Makin parah nanti karena di RPJMD musrennya hanya 6 persen saja,” tuturnya.

Belum lagi, angka yang menjadi program prioritas penguasa seperti halnya Gerakan Tengok Ke bawah Kemiskinan (Gertak) pada tahun 2020 nanti sangat fantastis libih dari satu miliar. Hal itu menunjukkan anggaran dari APBD masih harus mengikuti kemauan atau keinginan penguasa.

“Gertak itu seolah menjadi prioritas yang bisa mengesampingkan aspirasi masyarakat di desa-desa,”tegasnya.

Untuk itu dia berharap agar masyarakat Trenggalek bersabar jika infrastrukturnya nanti masih belum kebagian untuk mendapatkan perawatan. Karena memang anggaran kali ini menuai penurunan dan mewajibkan semua pihak khususnya dinas terkait mendahulukan yang paling membutuhkan.

“Harus bersabar ketika menginginkan infrastruktur dapat perbaikan,”harapnya.

Suprihadi , Kabid Pemeliharaan jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Trengalek mengatakan, dengan penurunan DAK di Kabupaten Trenggalek, dapat dipastikan akan mengganggu lajunya kegiatan pembangunan.

“Kami tidak tahu, bagaimana sampai DAK ada penurunan sebesar itu.  Dari Rp 40 miliar menjadi Rp 35 miliar, tapi memang rata-rata semua kabupaten dan kota mengalami penurunan,” jelasnya.

Menurut Suprihadi, Kabupaten Trenggalek,  sendiri mempunyai panjang jalan 1000 kilometer. Dengan rincian katagori baik, rusak, dan rusak berat.

“Jika mengandalkan APBD kita tidak cukup, karena hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 120  miliar, dengan rincian Rp 70 miliar untuk pembangunan jalan dan sisanya untuk sumber daya air, tata ruang, gedung dan pertanahan,”pungkasnya. (ham)