Gus Alam Minta Alumni Pondok Alfadlu Wal Fadilah Bisa Dirikan Pesantren

Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, Silaturahmi ke Pondok Pesantren Alfadlu Walfadilah. Kaliwungu-Kendal.

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Pengasuh Pondok Pesantren Alfadlu Wal Fadilah, Alamudin Dimyati Rois berharap agar para alumni dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dengan mendirikan pesantren-pesantren di tempat lain.

“Saya berharap semua alumni bisa bermanfaat untuk masyarakat ditempat asal masing-masing alumni Pondok Pesantren Alfadlu dan bisa mendirikan pesantren ,” ungkap Alamudin Dimyati Rois  saat sambutan dalam acara temu alumni dan wali santri di halaman Pondok Alfadlu Wal Fadilah.

Temu alumni dan wali santri dihadiri Menteri Tenaga Kerja Kabinet Kerja dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhammad Hanif Dhakiri.

Muhammad Hanif Dhakiri, meminta masyarakat untuk tetap menjaga kekondusifitas pasca penghitungan surat suara pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Menteri Tenaga Kerja Kabinet Kerja Muhammad Hanif Dhakiri dalam silahturahmi alumni dan wali santri Madrasah Diniyah Alfadlu wal Fadilah, Sabtu (20/4/2019).

Hanif Dhakiri mengatakan, dalam penghitungan cepat (quickcount) bukan patokan penentu kemenangan atau kalah salah satu paslon dalam pemilu kemarin. Dijelaskannya penghitungan suara yang tepat yakni yang dilakukan oleh KPU salah satu penyelenggara pemilu.

“Sejak dahulu pemilu sudah ada Quickcount, jadi penghitungan tersebut bukan hasil yang final. Tetapi penghitungan yang sah harus menunggu penetapan hasil penghitungan dari KPU. Saya berharap para alumni dan Santri Ponpes Alfadlu dapat menjaga kekondusifitas di masyarakat khususnya Kendal,” katanya.

Dikatakannya, dalam demokrasi banyak sekali perbedaan pendapat, namun warga NU diminta tetap menciptakan suasanya yang damai sehingga proses berkebangsaan dapat tercipta dengan baik.

“Dulu kita mau ketemu teman-teman lama itu sangat susah, dengan adanya grup media sosial bisa digunakan buat ajang silaturahmi jangan dibuat untuk merusak komunikasi dengan gara-gara beda pilihan. Saya berharap hal itu tidak terjadi di alumni Pondok Pesantren Alfadlu ini,” harapnya.(eko)