Bandung Science Center Kunjungi Obyek di Trenggalek untuk Investasi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ingin melihat potensi obyek wisata Dilem Wilis Bendungan, perwakilan dari Bandung Science Center (BSC) mengunjungi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Kedatangan investor ini merupakan tindak lanjut dari gelaran lelang investasi yang dihadirkan Pemkab Trenggalek pada ajang Jakarta Marketing Week (JMW),Sabtu-Minggu, (27-28/4) di Jakarta.

Obyek menarik yang terungkap dari pihak BSC kawasan perkebunan Dilem Wilis terdapat obyek heritage peninggalan zaman Belanda berupa pabrik kopi yang bahkan masih berfungsi hingga kini.
Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, mendampingi langsung perwakilan dari Bandung Science Center tersebut.

“Bandung Sience Center ingin menjajaki kerjasama dengan Trenggalek Science Center. Sedangkan yang diminati oleh mereka adalah kawasan Dilem Wilis,” tutur Arifin, Senin,(29/4).

Diakuinya, diantara 10 perusahaan yang berminat investasi di Trenggalek, salah satunya BSC yang kini telah mendatangi lapangan.

“Masih dalam tahapan ngobrol-ngobrol dan spot-spot yang ada semoga bisa ditindaklanjuti dengan investasi,” imbuh Gus Ipin, sapaan akrab Plt Bupati Trenggalek ini.

Dengan kedatangan ini, Arifin yakin jika yang dilakukannya di Jakarta akan membuahkan hasil utamanya bagi kesinambungan pola investasi potensi di Trenggalek sendiri.

“Harus selalu berbuat dan jangan mudah puas akan hasil,”tandasnya.

Sementara Etsa, perwakilan dari Bandung Science Center (BSC) mengatakan bahwa kawasan Dilem Wilis memiliki potensi yang cukup bagus.

“Tinggal memikirkan akses menuju lokasi yang cukup lumayan,” ungkapnya.

Dijelaskan Etsa, sebenarnya untuk jalannya sudah bagus, tinggal perhitungan untuk jumlah-jumlah kunjungannya nanti sampai seberapa besar. Selain itu juga perlu dilihat lagi apa yang membuat menarik masyarakat untuk datang kesini dan dipikirkan secara matang,” lanjut Etsa.

Menurut Etsa, pihaknya sempat berpikir untuk mengembangkan wisata pendidikan. Namun setelah melihat kondisi di lapangan, idenya bergeser, karena di kawasan Dilem Wilis juga memiliki potensi agrowisata.

“Ada sisi wisata edukasi dan ada juga sisi wisata yang memang dibangun untuk kawasan wisata. Pertama berpikir satu-satu, namun dua tiga pulau bisa terlampaui dan ini menjadi sebuah tantangan,” ujar Etsa.

Etsa juga melihat geliat terhadap pariwisata di Trenggalek yang kurang agresif. “Namun melihat semangat teman-teman Pemerintahan di Trenggalek yang cukup agresif, membuat semangat kita juga lebih agresif,” ungkapnya.

Kalau tempat ini bisa dikelola dengan baik, masih menurut Dia, maka daerah-daerah lain bisa menjadi percontohan, apalagi ada heritage yang bisa pihaknya naikkan dan masyarakat harus tahu.

“Pendidikannya harus dikembangkan dan feedback-nya 10 hingga 15 tahun mendatang harus sudah bisa terasa dimasyarakat,” pungkasnya.(ham)