Ini Ungkapan Keprihatinan Plt Bupati Trenggalek atas Gugurnya Petugas TPS

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kendati tidak ada korban baik meninggal dunia maupun jatuh sakit yang mengakibatkan dirawatnya petugas penyelenggara pemilu, keamanan dan para saksi di 2513 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 14 kecamatan serta 152 desa ditambah 5 kelurahan, tetapi Plt Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Moch Nur Arifin tetap menyuarakan kepriharinan yang mendalam atas musibah nasional tersebut.

Hal disampaikan pemimpin muda ini sembari memantau situasi daerah pasca terselenggaranya pemilu serentak 2019 yang dirasakan sangat berat bagi petugas dan aparat di daerah.

“Pemilu ini sudah dirasa berat saat mulai pencoblosan. Dimana kertas surat suara yang lebar dengan jumlah serta kondisi bilik yang sempit,”tuturnya, Kamis,(2/5) di Trenggalek.

Namun dijelaskan Arifin dengan kesiapan petugas termasuk pengamanan dari unsur kepolisian, TNI serta peugas kesehatan yang terkoordir dengan apik di masing-masing TPS, maka kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi.

“Kita memang telah siapkan dengan koordinasi yang bagus dengan stake holder sehingga hasilnya aman,”jelasnya.

Plt Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin sempat pula mengajak seluruh peserta yang hadir dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilu tahun 2019 di Kabupaten Trenggalek,Senin,(29/4) untuk turut mendoakan para petugas KPPS yang mengalami musibah, baik yang sakit maupun yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas.

“Kita ajak semua elemen pada saat itu sejenak memanjatkan doa bersama untuk arwah yang telah gugur dalam tugas negara dalam pemilu,”ungkapnya.
Banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia selama penyelenggaraan pesta demokrasi di negeri ini, menggugah rasa keprihatinan Gus Ipin, sapaan akrab Plt Bupati.

“Petugas KPPS yang gugur ini merupakan pahlawan demokrasi sesungguhnya,” imbuhnya.

Dikatakannya, tugas yang diemban oleh petugas KPPS pada Pemilu 2019 kali ini memang cukup berat dan melelahkan. Apalagi pada Pemilu serentak kali ini terdapat lima surat suara mulai dari pemilihan Presiden hingga anggota legislatif tingkat Kabupaten yang tentu memakan waktu lebih lama dari Pemilu sebelumnya.

“Banyaknya kejadian ini menjadi bahan evaluasi, sehingga kedepan jalannya Pemilu dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien,” harap Gus Ipin.

Dia menyebut ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena mengawal demokrasi sebagai syahid yang dijamin masuk surga.

“Mereka yang meninggal itu syahid, karena berjuang dengan keras dan ikhlas mengawal demokrasi agar berjalan aman, transparan, serta adil,” katanya.
Arifin yang dekat dengan ulama ini menerangkan, petugas KPPS hanya menginginkan proses yang baik di Pemilu 2019. Sehingga menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang dapat mewujudkan kesejahteraan serta keadilan bagi masyarakat.
“Kami sangat prihatin dan mendoakan agar mereka dapat rahmat dan maghfirah Allah. Dengan adanya 1.695 petugas KPPS yang terkena musibah adalah jumlah yang sangat besar,”pungkasnya.(ham)