Ratusan Siswa di Trenggalek Peringati Hardiknas dengan Pelatihan Jurnalistik

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 114 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) baik negeri dan swasta di lingkup Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Pemkab Trenggalek, Jawa Timur peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada, Kamis, 2 Mei 2019.

Kerjasama yang dibangun antara Disdikpora dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Trenggalek melanjutkan gebrakan penguatan literasi kejurnalistikan yang langsung dimentori para wartawan di kota kripik ini.

Kegiatan yang masing-masing dari 50 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta ini terbagi dengan lima session diantaranya, cara menulis berita, teknik wawancara, pemilihan materi , Kode Etik Jurnalistik dan karakter berita.

Siswanto, Ketua Panitia kegiatan mengatakan, pemilihan tema penguatan literasi kejurnalistikan tingkat dasar dengan menyasar pelajar SLTP itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PWI Trenggalek pada setiap tahunnya.

“Kita mesti membuat satu kegiatan literasi rutin kepada pelajar baik di tingkat SLTP maupun SLTA,”ungkapnya.

Kebetulan, masih keterangan Wakil Bidang Organisasi PWI Trenggalek ini, momentumnya berbarengan hari Pendidikan Nasional yang tentunya harus ada kreasi serta inovasi dalam membangun kejurnalistikan di daerah.

“Mencari atau mencetak wartawan di daerah butuh proses yang berat. Maka kita mulai dari pelajar,”terangnya.

Dijelaskan wartawan senior Tabloid Suksesi ini, kini Jawa Timur terus berpacu dalam mencetak wartawan profesional yang telah berbekal Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Pasalnya hingga saat ini UKW di Jatim masih di Angkatan ke 25 dengan kelulusan di angka 1800 an wartawan.

“Padahal kebutuhan ideal untuk Jawa Timur wartawan yang bersertifikat harusnya 6000 an wartawan,”jelasnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Gek ini bertekad melalui daerah seperti Trenggalek akan mampu menyumbang Jatim wartawan yang profesional, independen dan akuntable.

“Mudah-mudahan dengan program kegiatan ini akan mencetak wartawan handal yang mampu mengaplikasikan diri untuk kemanfaatan daerah,”tandasnya.

Sementara Kusprigianto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Trenggalek menyambut hangat atas respon PWI terhadap budaya literasi di kalangan pelajar.

“Ini membuat kami jumawa terhadap kiprah wartawan di Trenggalek dalam kesuksesan literasi,”ungkapnya.

Ditegaskan Kuspri, tuntutan zaman dengan teknologi informasi membuat greget pihaknya untuk selalu mengajak pelajar dapat memanfaat kemajuan TI itu dalam menimba ilmu.

“Tentu serapan ilmu yang kini mudah dengan adanya IT harus dibarengi tuntunan yang bisa diproses dalam pengembangan science di siswa,”tegasnya.

Maka itu diharapkan program itu akan berkelanjutan agar bekal ilmu jurnalistik bisa dimiliki sejak dini mengingat kebutuhan semua sektor kini butuh informasi dan sosialisasi.

“Bahasa jurnalis akan memudahkan khalayak untuk menerima sebuah informasi selain dari kecepatan dan akurasi,”pungkasnya.(ham)