Dewan Trenggalek Kades Baru Harus Pikirkan Gaji Guru PAUD

Sukarodin , Ketua Komisi IV DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melalui Sukarodin, Ketua Komisi IV  menegaskan sesuai arahan Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI  dari Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan  total 19 juta anak usia dini di Indonesia, baru sekitar 12 juta anak yang sudah mendapatkan layanan PAUD, termasuk di Trenggalek. Maka tentu bisa dimanfaatkan kekurangan itu bisa ditutup dengan  Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Dari data yang diperoleh, Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini mencapai 72 persen.  Meningkatnya APK PAUD akan dibarengi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan bagi guru PAUD melalui BOP yang diambil dari Dana Desa (DD).

“Untuk mencapai angka 100 persen dari 72 persen BOP PAUD bisa dikerjasamakan dengan dana desa melalui kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,”ungkapnya, Jumat,(3/5).

Hal ini beralasan menurutnya karena selama ini di Trenggalek tumbuh kembangnya PAUD harus dipahami para kepala desa yang baru dilantik 19 April kemarin dimana dari 131 kades yang terlantik ada 70 kepala desa merupakan wajah baru.

“Tugas kita mendorong kades yang baru untuk segera menyesuaikan adanya program perbedayaan di bidang pendidikan usia dini,”tuturnya.

Dikatakannya, komitmen Kementerian Desa bahwa dana desa dapat dimanfaatkan bagi pembinaan PAUD harus ditanggapi secara baik oleh lembaga PAUD di desa bersama dengan Disdikpora, dan  Dinas PMD.

“Tentu nanti kita akan fasilitasi agar kades yang baru bisa memahami regulasi untuk kepentingan tercapainya pendidikan masyarakat,”katanya.

Menurut politisi PKB  harus diakui saat ini nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah pedesaan yang berlatar belakang lulusan SMA  belum banyak dipikirkan oleh pemerintah. Sebab untuk menjadi guru PAUD tidak mudah. Apalagi PAUD merupakan pendidikan fondasi bagi anak.

“Para guru PAUD berseloroh gaji mereka itu Sajutu. Ini bukan jumlah gaji yang mereka terima sebesar sajuta rupiah, tetapi singkatan. Sajuta itu artinya sabar, jujur dan tawakal. Ini menjadi tantangan tidak saja pemerintah  tetapi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk lebih peduli untuk meningkatkan kesejahteraan bagi guru PAUD,” ujarnya.

Sementara itu, Hadi Susilo pegiat dan pemerhati PAUD Kabupaten Trenggalek mengatakan tdak bisa dipungkiri, persoalan paling mendasar yang hadapi para guru adalah kesejahteraan. Dan yang paling memprihatinkan adalah nasib guru-guru PAUD.

“Saya banyak ditemui guru PAUD di daerah seperti Dongko, Panggul, Munjungan dan daerah sepanjang di pesisir laut selatan yang hanya bergaji sekitar Rp 100.000/bulan,”ucapnya.

Ditegaskan Hadi, negara itu mempunyai keinginan untuk mengentaskan pendidikan dengan standardisasi, termasuk bagi guru PAUD.

“Bagaimana mungkin mereka bisa mengajar dengan baik,  ketika mereka berada di ruangan kelas, perhatian serta konsentrasi mereka terpecah dan sedih karena mereka bingung hari ini keluarganya di rumah akan makan apa,” pungkasnya. (ham)