Simpang Siur Kursi Bupati Trenggalek Jadi Perbincangan Hangat di Warkop

Suasana Warkop Chevrolet Lapangan Sumbergedong Kec/Kab Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Suasana simpang siur terbitnya Surat Keputusan (SK) pengangkatan Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur menjadi Bupati masih menjadi konsumsi publik.

Perbincangan dari warung kopi (Warkop) di beberapa titik di wilayah Trenggalek masih menjadi topik menarik.

Sudarsono, (56), pemilik warung ‘Chevrolet’ di lingkup Lapangan Sumbergedong Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek mengatakan banyak pelanggannya sebulan ini masih menjadikan topik kekosongan kursi bupati menjadi perbincangan di warungnya.

“Sepertinya belum beralih topik yang dibincangkan masih seputar Moch Nur Arifin, Wabup Trenggalek yang tidak segera dilantik menjadi bupati,”ucapnya, Jumat,(3/5).

Pria yang akrab disapa Tengki ini menuturkan pasca ditinggalnya Emil yang dilantik menjadi Wagub Jatim banyak suasana di Trenggalek yang seperti ada kejanggalan.

“Dari yang dibincangkan ketika tidak ada bupati , Trenggalek seperti ada yang kurang,” tuturnya.

Bahkan banyak yang juga menganggap, kondisi itu memang ada unsur kesengajaan yang mengarah kepada berlindungnya Arifin agar terhindar dari aturan Mendagri tentang jabatan Arifin agar bisa dua periode menjabat Bupati.

“Mereka katakan jika Arifin dilantik Bupati sekarang, maka Arifin sesuai aturan telah menjabat satu periode. Namun jika masa dilantiknya itu diundur, dia bisa terhindar dari aturan itu,”tandasnya.

Terpisah, Samsuri, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, mengatakan, dari menunggunya SK tersebut turun hingga saat ini, Komisi I  kuawatir akan mengakibatkan beberapa pelaksanaan kegiatan pemerintahan akan terhambat.

“Pastinya masa transisi ini sangat tidak menguntungkan. Karena pelaksanaan kegiatan yang seharusnya bisa dilaksanakan oleh Bupati menjadi terhambat sebab masih adanya kekosongan jabatan. Karena jabatan PLT sangat terbatas dalam menentukan kebijakan,” pungkasnya.(ham)