Tagana Trenggalek Jadi Tuan Rumah Apel Kesiapsiagaan Bencana Jatim

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pasca sukses digelarnya kesiap siagaan bencana di Kabupaten Sampang Madura, kini apel serupa juga digelar di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Bertidak sebagai Irup, Heru Cahyono, Sekretaris Daerah ( Sekda) Provinsi Jatim, apel ini diikuti 700 personil dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) se- Jatim, berlangsung di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Sabtu,(4/5).

Mendampingi Heru Cahyono, Joko Irianto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek mengatakan esensi dari apel kali ini, adalah memastikan kesiapan Kampung Siaga Bencana (KSB) di bawah pembinaan Tagana.

“Tagana direkrut untuk membentuk KSB sebagai garda terdepan dalam penanggulangan dan kesiapsiagaan bencana di desa,”ucap Joko Irianto.

Dia menambahkan, Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan salah satu program unggulan Dinas Sosial yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat dari kerentanan bencana.

“Maka itu Trenggalek yang juga masuk zona rawan bencana terpilih untuk dijadikan titik pantauan agar semua dapat konsen serta fokus terhadap bencana ,” ungkapnya.

Dikatakannya, program Kampung Siaga Bencana adalah pelibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana atau Community Based Disasters Management (CBDM) yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat.

“KSB yang ada di desa diharapkan mampu mengkoordinasikan semua elemen agar selalu tanggap dan kerugian utamanya jiwa bisa diminimalisir,”tegasnya.

Sementara Heru Cahyono dalam arahannya mengatakan bencana mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat, baik harta benda maupun dampak lain seperti jatuhnya korban jiwa.

“Untuk meminimalisir dan menghindari hal tersebut saya menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk memberi perhatian yang lebih kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,”tukasnya.

Pembinaan masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di wilayah rawan bencana sangat mungkin bisa dilakukan asal pihak daerah setempat ada kemauan serta alpikatif di lapangan.

“Berikan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana, sehingga masyarakat paham terhadap tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan bilamana bencana terjadi,” himbaunya.

Dalam apel tersebut Sekda Provinsi Jatim ini tidak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan KSB Hasta Samapta Sumbreng, Munjungan, Trenggalek.

“KSB Sumbreng contohnya, ini contoh masyarakat lebih sigap dan mandiri dalam menghadapi bencana,” tandasnya.

Sebelum apel dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan simulasi kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Upaya penanggulangan bencana, dikemas dalam sebuah alur cerita.

Diperlihatkan bagaimana KSB Hasta Samapta Sumbreng, Tagana, maupun leading sektor terkait melakukan upaya penanganan bencana.

Semua langkah mulai dari pendataan, koordinasi dengan pihak terkait, mobilisasi team, evakuasi, pendirian dapur umum, pendampingan korban bencana melalui sekolah anak, pendampingan lansia yang dikemas dalam sebuah simulasi, menunjukkan kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Terakhir dalam apel ini, Sekda Provinsi Jatim bersama segenap tamu undangan lainnya berkenan meninjau beberapa posko bencana dan mencicipi menu makanan yang disajikan di dapur umum.

“Dapur Umum Tagana Kabupaten Trenggalek merupakan juara satu dapur umum Jawa Timur di tahun 2018 kemarin,”pungkasnya.(ham)