Trend Wisuda Hanya Hura-Hura, Dewan Pendidikan Ponorogo Jangan Tidur

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dewan Pendidikan Kabuapten Ponorogo mendapat kritikan pedas terkait tren melakukan wisuda yang dilakukan pendidikan tingkat TK, SD dan SLTP saat ini.

Dewan Pendidikan dikritik jangan hanya diam tidur dengan fenomena wisuda -wisudanan ini.

Dewan pendidikan harus bersikap dan memberikan usulan ke bupati untuk melakukan sejumlah langkah. Karena trend ikut-ikutan yang dilakukan TK dan juga sekolah dasar melakukan ritual wisuda yang seharusnya hanya dilakukan di Perguruan Tinggi hanya sebagai ajang hura-hura dan pemborosan anggaran saja.

Menggelar acara yang sifatnya wah-wahan, ikut-ikutan dan diada-adakan sebagai salah satu penyumbang pendidikan berbiaya tinggi saat ini.

Acara wisuda menjadi kontra produktif dengan upaya pemerintah saat ini yang berusaha membantu menurunkan biaya pendidikan yang dikeluhkan masih tinggi di Ponorogo.

Pemberintah berusaha memberikan bantuan keuangan bagi siswa miskin misalnya untuk membantu menekan biaya pendidikan yang tinggi.

Diono salah satu pengamat pendidikan di Kabupaten Ponorogo mengungkapkan,” fenomena wisuda-wisudanan ini adalah trend. Namun trend ini tidak harus diikuti oleh para orang tua murid,”ucaonya.

Untuk itu Diono berharap kepada Dewan Pendidikan wajib memberikan masukan ke bupati dan Dinas Pendidikan.

“Jangan diam saja, apalagi sekarang menjelang peneriaman siswa baru sehingga harus disikapi, dimonitor sekolah-sekolah yang berada dibawah Dinas Pendidikan,”pungkasnya.