Residivis Narkoba Berhasil Diringkus Polres Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Endra Matofia, (36), warga Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, harus kembali merasakan udara buruk di balik jeruji besi tahanan Mapolres Trenggalek.

Pasalnya, residibis kambuhan ini tertangkap basah telah mengedarkan obat terlarang jenis pil dobel L dengan jumlah besar sebagai target di wilayah Kecamatan Dongko Trenggalek.

“Tersangka merupakan residivis dengan kejahatan yang sama dan masih tiga bulan ke luar dari penjara akibat perbuatannya,” ungkap Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, saat melakukan rilis di kantornya, Senin,(6/5) di Trenggalek.

AKBP Didit menambahkan, tersangka yang diduga pengedar pil dobel L tersebut di tangkap di wilayah Dongko.

“Benar Unit Satreskoba Polsek Dongko berhasil meringkus pelaku yang diduga sebagai pengedar pil dobel L,”tambahnya.

Tak tanggung-tanggung, pelaku yang sudah dalam target operasi sikat narkoba ini menyimpan 7 ribu butir pil jenis dobel L.

“Untuk saat ini masih dalam proses penyidikan petugas,” tegasnya.

Didit menjelaskan, peristiwa itu berawal Rabu (1/5), Unit Reskoba Polsek Dongko mendapat informasi, di rumah salah satu warga di Desa Pringapus Kecamatan Dongko Trenggalek akan terjadi transaksi peredaran obat terlarang jenis pil double L.

“Awalnya informasi itu dari warga yang sudah curiga dengan gerak gerik pelaku,”jelasnya.

Kanitreskrim bersama anggota Polsek Dongko melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut.

“Petugas melakukan pengintaian terhadap pelaku yang diduga akan mengirim barang/obat-obatan terlarang jenis pil dobel L ke rumah dimaksud,”imbuhnya.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap pelaku, kemudian petugas langsung menggrebek lokasi dan berhasil mengamankan tersangka.

“Selain tersangka petugas juga a menyita semua barang bukti obat terlarang jenis pil dobel L,” terangnya.

AKBP Didit membeberkan barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku, dua bungkus kantong plastik kecil berisi 84 butir pil putih berlogo LL. Tujuh kantong plastik besar berisi 6930 butir pil warna putih berlogo L dan 1 buah Hp.

“Pelaku baru tiga bulan ini bebas dari Rutan Trenggalek dalam kasus yang sama,”pungkasnya.(ham)