Gebyar PAUD, Ini Harapan Novita Handini Arifin Bunda PAUD Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Peringatan Gebyar PAUD tahun 2019, di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengikutkan ribuan anak usia dini dari 635 lembaga yang ada di wilayah ini.

“Alhamdulillah Gebyar PAUD ini berjalan dengan lancar seperti di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Novita Hardini, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Trenggalek, Jumat,(3/5).

Menurut istri Plt Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin ini, PAUD adalah momen yang paling berharga untuk kita berikan pendidikan-pendidikan yang baik, sebagai generasi penerus bangsa.

“Maka dari itu pendidikan anak di usia dini ini harus kita perhatikan dan menjadi salah satu konsen dari Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.

Novita menerangkan, anak usia 0 sampai 6 tahun adalah masa emas di mana otak kanan itu menyerap dengan sangat maksimal.

“Otak kanan anak-anak usia dini mampu menyerap apa saja jika berikan termasuk pendidikan akhlakul karimah,”terangnya.

Dikatakannya, pemangku kebijakan mulai dari tingkat Nasional telah menghimbau kepada seluruh Bunda PAUD untuk bisa menerapkan pendidikan karakter kepada seluruh anak.

“Anak itu tidak lagi diajari baca tulis hitung, tetapi betul betul anak itu bagaimana dibangun karakternya, dibangung akhlakul karimahnya, ikatan emosionalnya antara guru dengan anak, orang tua dan semua pendidik yang terlibat,”tuturnya.

Sehingga, masih keterangan Novita, anak-anak nanti ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka bisa menerapkan karakter yang bagus.

“Sekarang ini kita banyak melihat banyak orang secara akademik bagus namun akhlaknya kurang, ini yang perlu kita antisipasi ke depan,” tandas Novita.

Dari informasi yang dihimpun, pelaksanaan Gebyar PAUD di Trenggalek semakin meriah dengan penampilan lucu anak-anak usia dini yang mempersembahkan beberapa tari-tarian.

Kusprigianto, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek menambahkan, dari kegiatan Gebyar PAUD ini pihaknya mengharapkan tumbuh kembang anak yang baik, sehingga karakter mereka bisa muncul.

“Momen ini sebuah peringatan jangan mengabaikan pendidikan anak usia dini,” terangnya.

Ditambahkan olehnya di Trenggalek terdapat 635 Lembaga PAUD, dengan jumlah siswa sebanyak kurang lebih 20.000 dengan guru sebanyak 1.800.

“Besar harapan kami pada anak-anak di usia emas ini, para gurunya bisa di gugu dan ditiru baik secara keilmuan maupun perilaku dengan harapan karakter anak menjadi baik,”pungkasnya.(ham)