Dewan Trenggalek Ingatkan Stok Pangan pada Ramadan

Sukarodin, (paling kiri-red) Ketua Komisi IV DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tetap mengingatkan pemerintah daerah agar stok pangan pokok sampai dengan Idul Fitri aman, sehingga akan mampu mencukupi kebutuhan.

Hal ini menanggapi tentang amannya stok pangan yang disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan dan Bulog setempat.
Sebelumnya , Pemkab Trenggalek dan Bulog setempat menyatakan telah menyiapkan stok pangan sejak 3 bulan sebelum bulan Ramadan 1440 Hijriyah tahun 2019.

“Pemerintah telah menyiapkan stok pangan sudah 3 bulan sebelum Ramadan sebanyak 20-30 persen dan itu terus kita kontrol,”ungkap Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa,(7/5).

Sampai kepada ketersediaan ayam dan telur, menurut politisi asal PKB ini pihaknya juga berkepentingan mengawasi dan mengkontrol di pasar-pasar.

“Kita akan agendakan juga turun ke pasar bila perlu jika menemukan ada kejanggalan stok maupun harga,” tandasnya.

Sukarodin berharap, pihaknya berharap hingga Idul Fitri 1440 Hijriyah pada Bulan Juni nanti, pasokan pokok lainnya, seperti beras, daging sapi, cabai besar rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur cukup di Trenggalek.

“Jangan samapi lonjakan harga melampaui batas hingga menyebabkan angka inflasi daerah naik,”harapnya.

Dia menginginkan stok dari yang sebelumnya sangat dibutuhkan masyarakat Trenggalek mampu dipenuhi dari hasil panen warga setempat.

“Bila stok melimpah , panenan bisa dibantu pemerintah untuk dijual ke daerah lain,”tegasnya.

Walau demikian, Sukarodin mengatakan persoalan bawang merah terkadang mengalami perbedaan harga di pasar. Menurutnya hal ini disebabkan karena masalah dalam distribusi.

“Kita memang tidak produksi Brambang tapi kita produksi cengkeh, jagung , kacang cina,”katanya.

Terpisah, Eko Prastyo, SP, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertan)Kabupaten Trenggalek menyatakan, produksi beras di Kabupetan Trenggalek mencapai 104 482 ton per tahun. Padahal kebutuhan beras masyarakat Trenggalek per tahunnya mencapai 60.000 ton.

“Ini artinya masih Surplus, ” katanya.
Dijelaskan dia, untuk stok beras hingga lebaran nanti tidak akan kekurangan, bahkan masih berlebih.

“Suplai beras dari Kecamatan Panggul dan Suruh yang merupakan pengahasil terbesar di Kabupaten Trenggalek tidak ada kendala,”pungkasnya.(ham)