Khusuk Ibadah, Ramadhan Jauhi Petasan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kapolsek Gandusari, jajaran Polres Trenggalek, Jawa Timur, mengjimbau dan  memperingatkan masyarakat di wilayah hukum yang dipimpinnya untuk menjauhi petasan selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriyah Tahun 2019.

Melalui Bhabinkamtimbmas Desa Sukorejo Polsek Gandusari Bripka Imam Masyhari SH, juga menyarankan untuk tidak menggunakan sound system pada saat ronda sahur dan jika ronda sahur dengan alat tradisional tidak menggunakan sound system yang suaranya terlalu keras sehingga menggangu masyarakat .

Ia mengingatkan, pelanggaran bisa membuat warga berurusan dengan hukum.

“Selama Ramadan masyarakat diminta untuk tidak menjual dan main petasan yang suara ledakannya dapat mengganggu ketenangan dan kenyamanan orang-orang yang beribadah puasa,” kata Bripka Imam, Kamis, (9/5).

Untuk menertibkan penjualan dan penggunaan petasan yang selama ini biasa marak dimainkan masyarakat pada setiap bulan Ramadan, pihaknya melakukan razia penjualan barang tersebut secara intensif.

“Operasi penertiban penjualan petasan di sekitar kawasan permukiman penduduk, pasar tradisional, dan tempat lainnya akan digalakkan menjelang dan selama bulan Ramadan,’ungkapnya.

Dikatakannya, penertiban penjualan dan permainan petasan berdasarkan Undang Undang Darurat No.12 Tahun 1951 karena petasan termasuk bahan peledak yang bisa membahayakan keselamatan manusia. Petugas yang melakukan razia diperintahkan untuk menyita petasan dan kembang api yang dijual di pasaran dan di gudang milik distributornya.

“Jika dalam operasi penertiban ditemukan pedagang dan distributor terbukti memiliki atau menyimpan petasan dalam jumlah berapapun, barang dagangannya akan disita akan dan pemiliknya diproses sesuai dengan ketentuan hukum,”tegasnya.

 

Melalui operasi penertiban petasan dan penegakan hukum itu diharapkan pada bulan suci Ramadan Mei 2019 ini masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusuk, tanpa gangguan suara ledakan petasan.

“Kita akan aman dan nyaman selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan di kegiatan sambang desa  tersebut Bhabinkamtibmas Imam  mengatakan , pihaknya  mengajak kepada aparat/ perangkat desa se-Kecamatan Gandusari agar warganya tidak menyulut dan meledakan petasan, tidak bermain menerbangkan balon api yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

“Balon udara jelas kini menjadi atensi aparat untuk dilarang, ini penting disampaikan para perangkat dan kades,”pungkasnya.(ham)