Novita Handini Arifin Pelopori Masakan Warisan Leluhur

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Mempertahankan warisan leluhur akan citarasa kelezatan aneka masakan di Indonesia khususnya  di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dipelopori Novita Handini Nur Arifin, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Trenggalek.

Salah satu upaya yang dilakukan istri Plt. Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin ini dengan mengenalkan kreasi masakan khas Trenggalek yakni Tempe Kendil yang menjadi unggulan kuliner di Kecamatan Tugu, salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ponorogo.

Dikatakan Novita, kreasi Tempe Kendil kini telah membuahkan puluhan aneka masakan yang berbahan dasar tempe dan santan dari perasan kelapa berumur tua.

“Kemarin saat Hari PAUD kita melihat lomba kreasi Tempe Kendil dengan peserta sebanyak 28 stand,”ungkapnya, Jumat,(10/5).

Yang membanggakan, masih menurut dia, dilibatkannya anak-anak usia dini dalam lomba dari perbagai kelompok bermain dan taman kanak-kanak di kecamatan tersebut membuat suasana tersendiri.

“Anak-anak diajak gurunya untuk mencicipi masakan Tempe Kendil pada acara itu,”terangnya.

Dari apa yang dilihat tersebut, ditegaskan Novita merupakan upaya mengedukasi anak agar selalu mengenal warisan dari neneknya tentang masakan. Karena jika tidak dikenalkan, tentunya akan terlupakan padahal kuliner merupakan salah satu potensi yang bisa mendatangkan ekonomi.

“Mereka dalam kurun dua puluh tahun lagi akan siap terjun berjibaku dalam kompetisi dalam ekonomi. Sehingga khasanah ini jangan sampai tidak dimiliki,”tegasnya.

Dia juga menganjurkan pola pendidikan semacam itu agar dikembangkan kepada anak usia dini agar dorongan motorik maupun sensorik dengan belajar mengenal masakan khas Trenggalek .

“Jika masakan Trenggalek itu telah menjadi kebanggaan warganya tentu itu pintu rejeki yang kita nanti dan itu harus diberikan pendidikannya kepada siswa PAUD,”harapnya.

Novita menyebut , banyak kuliner yang kini sedang diburu wisatawan dari luar Trenggalek selain Tempe Kendil , termasuk Lodho Ayam Kampung, nasi Gegok, Pindang Sapi dan Sompil. Tapi harusnya segera dikembangkan dengan menggali lagi masakan khas Trenggalek tempo dulu.

“Seyogyanya dinas terkait nanti ikut membantu menginventarisir masakan khas Trenggalek zaman dulu yang telah dilupakan,”tandasnya.

Pemahaman terhadap generasi penerus akan lebih mempercepat proses informasi berikut promosi yang berujung kepada minatnya konsumen untuk datang dan mencicipi masakan lokal.

“Kita sasar kaum muda karena merekalah yang kini memiliki peluang dengan ketersediaan ruang informasi teknologinya seperti FB,WA dan IG,” ungkap mantan model ini.

Selain itu , diharapkan terus ada even yang membuka ruang bagi kader PKK dalam berinovasi menciptakan ketahanan pangan sebagai konsumsi makanan pokok.

“Kader PKK juga harus mampu mendayagunakan ketersediaan alam di sekitar sebagai alternatif makanan pokok sehingga tidak bergantung pada makanan pokok yang ada sekarang seperti beras,”pungkasnya.(ham)