Plt Bupati Trenggalek Wacanakan Gunakan Produk Lokal

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Produk lokal diyakini oleh Plt. Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H. Mochamad Nur Arifin, lebih ramah lingkungan serta mampu mendorong pemberdayaan masyarakat. Hal itu disampaikan saat melaksanakan audiensi bersama dengan Direktur Utama PT. Perhutani Anugerah Kimia (PAK), Rabu (08/05/2019).

Plt. Bupati Nur Arifin tertarik dengan penggunaan produk lokal dalam pengerjaan road marking di Trenggalek. Menurutnya, penggunaan Penta Ester diyakini akan lebih ramah lingkungan karena terbuat dari getah pinus.

“Setelah ini saya akan panggil Dishub, selama ini road markingnya dari mana, kemudian kita cari CV-CVnya dan mensyaratkan bahwa bahan bakunya jangan dari C5 yang dari Petroleum, melainkan resinnya pakai Penta Ester buatan lokal dan di Trenggalek kita bisa bikin itu,” tuturnya.

Selain itu dengan penggunaan Penta Ester, dia juga ambil aksi untuk green product.

“Selain nanti ke arah global warming karena mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan melindungi ketenagakerjaan lokal serta membuat potensi lokal lebih berdaya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PAK Trenggalek, Gunawan Marga Widada, mengatakan bahwa selama ini pekerjaan marka jalan rata-rata menggunakan road marking Thermoplastic yang menggunakan resin C5 dari Petroleum. Sementara dengan Penta Ester membuat road marking lebih rekat dibandingkan hidrocarbon yang  menggunakan resin C5.

“Ada plus minusnya, menggunakan resin C5 lama kelamaan road marking bisa retak-retak dan mengelupas, sedangkan Penta Ester lebih kuat namun dalam jangka waktu lama warnanya memang sedikit memudar,” terang Gunawan.

Dirinya juga meyakini jika menggunakan Penta Ester, Pemerintah dapat memberdayakan potensi lokal. Dengan Penta Ester, berarti komposisi road marking lebih dari 50 persen menggunakan produk lokal, berbeda bila menggunakan Resin C5 yang berarti produk impornya lebih dominan.

“Komposisi road marking yang Thermoplastic itu 40 sampai dengan 45 persen bahannya Calsium Carbonat atau tepung batu kapur, sedangkan resin C5-nya berkisar  sekitar 18 sd 20 persen. Maka jika resin C5 ini digantikan menggunakan produk lokal (Penta Ester) maka komposisi lokal road marking mencapai lebih dari 50 persen atau lebih dominan,” jelasnya.

Pemakaian Penta Ester dalam road marking sendiri, menurut Gunawan, telah diaplikasikan di sebagian ruas tol Semarang-Batang. Dan tahun ini akan digunakan di sebagian ruas tol di Lampung dan Sulawesi.(ham)