ASN di Trenggalek Ngaji Kitab Kuning di Ramadan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pertebal keimanan dan perluas pengetahuan agama menjadi landasan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menerapkan kewajiban para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup  pemkab setempat ikut ngaji kitab kuning pada Bulan Ramadan 1440 Hijriyah tahun 2019 ini.

“Dalam rangka mempertebal keimanan selama bulan Ramadan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek dihimbau untuk mengikuti pengajian kitab kuning bersama Agus Miftahuddin (Gus Miftah),”tegas Plt Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin  di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (7/5).

Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin membuat kebijakan tersebut agar para ASN menyisihkan seikit waktu di akhir jam kerja untuk menambah wawasan keagamaan serta mempertebal keimanan.

“Semua untuk membina ASN agar keagamaan menjadi landasan moral tatkala menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat,”imbuhnya.

Arifin menyampaikan, kerja yang tulus dan ikhlas disertai rasa tanggungjawab serta kredibelitas yang tinggi harus bermuara dari keimanan terhadap ajaran agama.  Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mengingatkan kepada pegawai negeri kembali belajar sesuai norma agama.

“Tentu ini mengembalkan memori tentang pengetahuan agama termasuk kepada diri saya agar tidak menyimpang dalam melaksanakan tugas,”tegasnya.

Dia berharap agar ilmu yang diberikan dari ustaz Miftah akan mampu terserap pada diri ASN agar bisa pula diterapkan dalam keseharian waktu bekerja baik dalam Bulan Ramadan maupun pasca Ramadan.

“Ilmu ini silakan dipahami dan bisa diterapkan dalam kehidupan keseharian,”tandasnya.

Gus Miftah, Pengasuh Ponpes Al Falah Kedunglurah, membimbing para aparatur pemerintah melalui kajian kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syeikh Nawwawi Al-Bantany.

“Inti dari kajian kitab tersebut diantaranya adalah manusia sebagai khalifah di muka bumi yang diberikan pengetahuan lebih sempurna dari semua makhluk Allah. Diberikan keutamaan yang lebih sebagai makhluk yang sempurna, maka manusia memiliki tanggung jawab yang lebih besar,”ungkapnya.

Melalui pengajian tersebut, Gus Miftah juga berpesan kepada para ASN untuk tidak menilai sesama atau bahkan saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. Tetapi fokus akan ibadah masing-masing sebagai bentuk pemenuhan kewajiban makhluk hidup kepada pencipta-Nya.

“Nilai kebenaran yang memiliki kewenangan hanyalah Allah SWT,”pungkasnya.(ham)