Tolak ‘People Power’, GMPJ Himbau Rakyat Tak Terprovokasi Elit Politik

Sekelompok masa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Jombang (GMPJ) saat melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak gerakan people power

JOMBANG,KANALINDONESIA.COM :Seruan ‘People Power’, yang dilakukan oleh sejumlah elit politik di respon oleh sejumlah masyarakat di Jombang, Jawa Timur. Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Jombang (GMPJ) menggelar unjuk rasa di Bunderan Ringin Contong Jombang, Selasa (14/5/2019).

Dalam orasinya, GMPJ menghimbau masyarakat dengan menyerukan agar masyarakat Jombang tidak terprovokasi hasutan berkedok ‘people power’ yang viral di sejumlah medsos.

Selain melakukan orasi secara bergantian, massa juga membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap people power. Selain itu, massa aksi juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan. “Gerakan people power yang dihembuskan Amien Rais dan kelompoknya berpotensi memecah belah umat,” ungkap kordinator GMPJ, Joko Fattah Rachim.

Menurut penjelasan Fattah, people power dalam konteks hari ini sangatlah tidak tepat. Hal ini dikarenaka, penyampaian pendapat dengan menggunakan jalur konstitusi masih berfungsi. Selain itu masyarakat juga tidak dalam penguasa rezim otoriter. Tentu kondisi saat ini berbeda dengan people power yang terjadi pada 1998, saat penggulingan Presiden Soeharto.

“Nah, untuk saat ini, semua saluran sudah terbuka. Sangat berbeda dengan era orde baru,” kata Fattah.

Untuk itu gerakan people power, lanjut Fattah, untuk konteks saat ini hanya akan memecah persatuan bangsa, dan alangkah baiknya jika masyarakat lebih bijak dalam menyikapi provokasi yang dilakukan oleh elit politik.

“Kalau memang tidak puas dengan hasil pemilu, sialakan menggunakan saluran konstitusional. Lapor ke Bawaslu. Lapor ke MK (Mahkamah Konstitusi),” pungkas Fattah.(elo)